Main Menu

Begini Cara Fintech Akseleran Jaga Kredit Macet

Hendry Roris P. Sianturi
06-07-2018 10:55

Ilustrasi Kredit macet. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - PT. Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mentargetkan Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet di bawah 1% tahun ini. Salah satu perusahaan Fintech P2P Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), punya cara ini.

 

Pertama, Akseleran memiliki sistem seleksi peminjam (borrower) yang ketat dengan sistem credit scoring. Menurut Co Founder & CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan, credit scoring akan menentukan rating atau skor bagi peminjam.

“Ini memperhatikan beberapa aspek, termasuk aspek cash flow, aspek jaminan, dan aspek behavior dari si borrower-nya. Dari sistem credit scoring, akan keluar skor, keluar rating. Yang C ke bawah kita tolak,” kata Ivan ketika ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan (05/07).

Kalaupun terjadi kredit macet selama tiga bulan, tahap awal Akseleran akan melakukan aksi internal collection. “Dengan desk call atau field call dengan kontak-kontakin dan ketemuan untuk ingatin dan tagih terus,” katanya.

Jika dari awal ditemukan ada unsur fraud, Akseleran akan melakukan external collection. “Kita menunjuk pihak ketiga, jasa penagihan, atau bisa pakai kuasa hukum untuk pailitkan dengan gugatan perdata, atau kalau penipuan ke kepolisian,” ujarnya.

Ivan mengatakan, jika terjadi gagal bayar maka risiko akan ditanggung para pemberi peminjam (lender). “Itu risiko lender sebagai pemberi pinjaman. Tapi akseleran, sebagai agen fasilitas, kita yang melakukan penagihan. Tapi risiko ada di tangan lender,” katanya.

Oleh karena ini sifatnya investasi, Ivan menyarankan agar lender berinvestasi di lebih dari satu jenis investasi. “Don't put all your eggs in one basket. Lender bisa lihat, siapa saja peminjamnya. Dia mau nggak kasih pinjaman. Kalau dia nggak mau, dia nggak milih,” ujarnya.

Akseleran adalah sebuah perusahaan Fintech P2P Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdiri sejak Oktober 2017,  Akseleran telah memberikan  pinjaman usaha sebesar Rp 67 miliar kepada Usaha Kecil Menengah (UKM).

Berbeda dengan Fintech P2P lending lain, Akseleran menerapkan sistem agunan bagi peminjam untuk mengurangi risiko bisnis. “Akseleran hadir kan karena ada funding gap. UKM-UKM ini pada butuh modal kerja, yang efisien, tapi setiap kali mereka mau ngajuin, sulit. Dan mereka butuh dana cepat, tenornya pendek. Itu yang kita sediakan,” ujarnya.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
06-07-2018 10:55