Main Menu

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Capai 49,4%

Aulia Putri Pandamsari
07-07-2018 07:56

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (Antara Foto/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) posisi 31 Mei 2018 sudah sebesar Rp. 57, 8 trilyun. Angka tersebut merepresentasikan 49,4% dari total target penyaluran KUR. Untuk tahun ini pemerintah menyediakan plafon penyaluran KUR sebesar Rp. 120 trilyun.

 

Untuk penyaluran KUR masih didominasi dengan skema KUR Mikro yang diberikan pada sektor produksi maksimum Rp. 25 juta sebesar 63,9%, diikuti dengan skema KUR Kecil yang ditujukan pada sektor produksi lebih dari Rp 35 juta hingga 500 juta sebesar 35,8% dan KUR untuk TKI makimum Rp. 25 juta sebesar 0,3%. Tingkat kredit macet atau non performing Loan KUR sebesar 0,0%dan disalurkan kepada 2,202,294 debitur.

Adapun penyaluran KUR pada sektor produksi sampai dengan 31 Mei lalu tercatat sebesar 38,3%. Porsi ini menurun dibandingkan dengan evaluasi pada bulan Desember 2017, dimana penyaluran KUR pada sektor produksi mencapai 42,3%.

“Ini kan baru sampai bulan Mei laporan dari banknya. Untuk penyaluran di sektor produksi memang turun rupanya kata bank karena faktor musiman seperti musim panen yang sudah lewat sehingga kebutuhan KUR untuk sektor seperti pertanian tidak banyak,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, Jumat(6/7).

Iskandar optimis target penyaluran KUR di sektor produksi akan mencapai target pada evaluasi enam bulan mendatang. Ia mengatakan di akhir tahun biasanya akan ada banyak permintaan mengenai kebutuhan bahan baku untuk industri. Selain itu, realisasi KUR juga baru tercapai di semester kedua.

Pihaknya juga mengatakan akan tetap memberlakukan pemberian suku bunga sebesar 7% kepada para penerima KUR. Sebelumnya, Bank Sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin pada paruh pertama tahun ini, dimana hal tersebut akan mempengaruhi tingkat kredit bunga bank.

“Suku bunga KUR tetap sebesar 7 persen dengan subsidi pemerintah sebesar 10,5 persen. Menurut hitungan kami jumlah tersebut masih menguntungkan bagi bank,” katanya lagi. 


Repoter: Aulia Putri Pandamsari

Editor: Nur Hidayat

Aulia Putri Pandamsari
07-07-2018 07:56