Main Menu

Perang Dagang AS-China Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Negara Emerging Market

Hendry Roris P. Sianturi
08-07-2018 20:10

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi negara emerging market.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Peneliti Senior Bank Indonesia, Tri Winarno mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China akan berdampak pada nilai mata uang dan pertumbuhan ekonomi negara emerging market, termasuk Indonesia. Pasalnya, prediksi Tri, pertumbuhan ekonomi China akan turun 1% akibat perang dagang.


“Pasti mempengaruhi emerging market. Ekspor non migas kita besar ke China. Kalau pertumbuhan ekonomi China menurun, pertumbuhan ekonomi kita juga menurun,” ujarnya kepada Gatra.com, Minggu (8/7).

Untuk mengatasi penurunan pertumbuhan ekonomi China, kata Tri, kemungkinan pemerintah China akan melonggarkan ekonominya.

“Salah satu kebijakan China nanti untuk tidak terlalu drastis penurunan pertumbuhan ekonomi, maka dia akan ekspansi mengendorkan uangnya. Misalnya kemarin dia sudah menurunkan Reserve Requirement (Rasio Cadangan Wajib) banknya diturunin,” katanya.

Menurut Tri, perang dagang juga akan mempengaruhi mata uang China. China akan melakukan kebijakan depresiasi mata uang untuk menggenjot ekspor.

“Kalau mata uangnya (China) makin melemah, maka mata uang emerging market juga makin melemah,” katanya.

Menurut Tri, Indonesia berpotensi terimbas produk-produk dari China. Dampaknya, industri dalam negeri akan terpukul. Misalnya produk baja, China berpotensi mengalihkan pasar baja mereka dari AS ke Indonesia.

“Kita harus melindungi industri dalam negeri. Kalau industri makin lemah, makin habis. Bisa banyak perusahaan tutup. Jangan sampai itu terjadi, karena ketahanan industri kita lemah. Akhirnya banyak pengangguran,” katanya.

Menurut Tri, untuk mengantisipasinya, pemerintah harus menaikan tarif produk-produk China. “Pajaknya (produk dari China) naikkan. Untuk alasan keamanan nasional, boleh. Gajah lawan gajah, pelanduk harus di atasnya kepala gajah,” katanya.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Anthony Djafar

Hendry Roris P. Sianturi
08-07-2018 20:10