Main Menu

Pakan Impor Naik, Harga Telur Lebih Mahal Dibanding Saat Lebaran

G.A Guritno
13-07-2018 22:41

Telur ayam ras eceran. (GATRA/Ridlo Susanto/yus4)

Banyumas, Gatra.com – Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional di Banyumas, Jawa Tengah terpantau naik dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini bahkan lebih tinggi dibanding harga telur saat Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah lalu.

 

Di tingkat pengecer harga telur ayam ras yang sebelumnya kisaran Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu, naik drastis hingga Rp 29 ribu per kilogram.

“Rp 29 ribu per kilogram. Sudah tiga empat harian. Sebelumnya saat lebaran sempat Rp 26 ribu per kilogram. Sempat turun juga, tapi sekarang naik lagi,” kata Wasis, seorang pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Jumat (13/7).

Wasis mengatakan hanya mengikuti kenaikan yang ditetapkan oleh penyuplai. Harga telur ayam ras kini Rp 29 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp 3.000 dibanding harga tertinggi pada saat lebaran. Pedagang eceran hanya mengikuti harga tersebut.

Ketua Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Banyumas, Gembong Hardiato Nugroho mengatakan, kenaikan harga telur disebabkan oleh naiknya harga pakan. Seperti diketahui, sebagian besar bahan pakan unggas Indonesia masih diimpor dari luar negeri.

Menurut dia, dampak melemahnya rupiah terhadap Dollar Amerika menyebabkan harga pakan ternak unggas naik. Kenaikan harga pakan itu berimbas pada naiknya harga telur ayam ras.

“Untuk pakan ternak kemarin sudah mengalami kenaikan, karena nilai Dollar yang juga naik. Nah kalau cerita harga Dollar urusannya dengan pakan. Karena hampir semua bahan baku pakan diimpor,” kata Gembong.

Antara lain, jagung dan tepung ikan. Adapun dedak atau bekatul bisa dipenuhi produksi dalam negeri. Namun, kebutuhan dedak dalam pakan hanya kisaran 30 persen. Adapun jagung dan tepung ikan pada kisaran 60-70 persen.

“Contohnya jagung kekurangan yah impor. Tepung tulang dan daging, dari Inggris itu juga diimpor,” ujarnya.

Untuk menyiasati harga pakan yang terus naik, peternak terpaksa menaikkan harga jual telur dan daging. Harga telur yang sebelumnya dari peternak berkisar Rp 20-an ribu kini dinaikkan menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Selain disebabkan harga pakan yang naik, kenaikan harga telur disinyalir disebabkan oleh pembatasan masuknya indukan bibit ayam (grand parent stock) dan bibit ayam (parent stock) ke Indonesia sejak 2017. Dampak pembatasan itu kini mulai dirasakan dengan menurunya jumlah produksi dari peternak.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

 

G.A Guritno
13-07-2018 22:41