Main Menu

Kementan Manfaatkan Bantaran BKT Untuk Tanam Sayur

Bernadetta Febriana
14-07-2018 11:11

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menanam sayur di KRPL Banjir Kanal Timur (GATRA/DPU/re1)

Jakarta, gatra.com‬- Bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) Duren Sawit, Jakarta Timur ternyata memiliki potensi lahan pertanian sepanjang 25 kilometer atau seluas 50 ha, yang dapat dikelola menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Bila dimanfaatkan dengan baik bisa menopang kebutuhan sayuran di Jakarta dan sekitarnya.

Maka agar potensi tersebut menjadi termanfaatkan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan bantuan bibit sayur-sayuran seperti cabai, bayam, terong, kangkung, tomat, pompa air, alat semprot dan cultivator, Sabtu (14/7) untuk ditanam di KRPL sepanjang BKT tersebut.
 
Hal ini dilakukam guna  menjaga dan meningkatkan pasokan sayur-sayuran khususnya cabai untuk masyarakat Ibukota DKI Jakarta. Pasalnya, terjaminnya kebutuhan di DKI Jakarta menjadi  barometer stabilitas pasokan dan harga cabai nasional.

"Ini menarik, pinggir sungai dapat kita manfaatkan sebagai KRPL percontohan. Kita bikin bantaran ini cantik ditanami sayuran. Tahun lalu, ada 1.500 KRPL di berbagai daerah, tahun ini kita tingkatkan. Jika saja pinggir sungai ini penuh ditanami cabai, bisa suplai kebutuhan di Jakarta mencapai 40 sampai 50 persen,” kata Amran di lokasi.

Keuntungan lainnya, lanjut Amran, masyarakat mendapatkan pendapatan dan Pemprov DKI tidak perlu lagi membersihkan pinggir sungai. Seluruh bantuan budidaya dan pendampingan diberikan secara gratis oleh Kementan. Ini merupakan komitmen pemerintahan Jokowi-JK guna meningkatkan produksi dan stabilitas harga pangan.

Menurut Amran, bantaran sungai BKT memiliki potensi lahan yang cukup luas. Jika dikelola dengan serius, mampu meningkatkan pasokan sayur-sayuran dan pendapatan masyarakat di Ibukota DKI Jakarta.

"Kalau kita hitung, pinggir sungai ini 50 hektar, jika produksi 10 ton per ha, jadi nanti kita hasilkan cabai 500 ton. Ini akan menjadi percontohan, nanti akan masuk di daerah lain. Negara kita ini kaya, lahan tersedia banyak. Kita manfaatkan lahan dan air, kita tidak bakal kekurangan pangan, khususnya cabai, tidak mungkin kekurangan,"katanya.

Lebih lanjut Amran menekankan saat ini pasokan dan harga sayur-sayuran khususnya cabai di DKI Jakarta sangat stabil. Dengan adanya KRPL ini, pasokan cabai dan sayuran lainya meningkat dan harga akan makin  stabil.

"Sekarang cabai stabil. KRPL kita bangun, nanti makin stabil lagi. Kita dorong KRPL. Utusan PBB akan mencontoh KRPL Indonesia. Kemarin utusan PBB telah kunjungi Padang dan Yogjakarta. KRPL bisa memenuhi pangan rumah tangga sendiri. Produksi ayam pun kami dorong sehingga bisa memenuhi protein dan tekan inflasi,"bebarnya.

"Untuk produksi cabai secara besar-besar, hasilnya kita ekspor. Pemanfaatan lahan perkotaan kita arahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kita sudah kerjasama dengan darma wanita, IWAPI, Persit dan seluruh organisasi perempuan,"tandas Amran.


Reporter : DPU

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
14-07-2018 11:11