Main Menu

Revisi Biodiesel 20% Akan Dongrak Harga Kelapa Sawit

Hendry Roris P. Sianturi
16-07-2018 20:30

Luhut Binsar Pandjaitan (GATRA/Adi Wijaya/re1)

Surabaya, Jatim – Menteri Koordinator kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan perang dagang yang saat ini ramai dibicarakan bisa menjadi peluang untuk Indonesia. Menyempitnya pasar internasional untuk minyak kelapa sawit (palm oil) misalnya, bisa disiasati dengan memperbesar pasar domestik.

 

"Perang dagang ini sebenarnya peluang untuk kita. Bisa menguntungkan buat kita karena kita bisa menghemat dengan membangun industri dalam negeri menjadi lebih baik," katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/7). 

Menurut Luhut, untuk mengantisipasi perang dagang, pemerintah telah berencana merevisi aturan biodiesel 20% (B20) atau bahan bakar nabati 20% untuk digunakan oleh sektor non subsidi.

"Biodiesel B20 akan lebih banyak digunakan, malah jika memungkinkan akan ditingkatkan ke B30 ini akan meningkatkan pemakaian kelapa sawit dan mengurangi impor solar. Selain akan mengurangi pemakaian solar, ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani sehingga harga sawit bisa meningkat sesuai harapan kita di 750-800 USD/ton," ujarnya, 

Perang dagang Amerika Serikat - China sudah dimulai. AS dan China sendiri merupakan negara tujuan ekspor Indonesia terbesar, di sektor non migas, seperti komoditas hasil pertanian dan perkebunan. Salah satunya dampak dari perang dagang adalah, produk-produk dari China akan membanjiri pasar Indonesia.

Oleh sebab itu, selain memperbesar pasar domestik untuk menyerap produk dari dalam negeri, Indonesia juga harus meningkatkan efisiensi dan daya saing produk-produk dalam negeri agar dapat semakin kompetitif.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
16-07-2018 20:30