Main Menu

Industri Gim Indonesia Makin Cerah

Fitri Kumalasari
19-07-2018 09:25

Bekraf Game Prime 2018 (indogamers.com/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Awal Juli disambut gempita oleh dua perusahaan pembuat gim lokal. Lentera Nusantara lewat gim horor Ghost Parade dan gim fighting Ultra Space Battle Sprawl (USBS) dari Mojiken Studio berhasil tembus pasar global. Kedua gim tersebut kini sudah bisa dimainkan di konsol.

 

“Saya senang atas perilisan Ghost Parade di seluruh dunia dalam berbagai macam platform, ini seperti menjadi mimpi yang menjadi nyata apalagi bekerjasama dengan Aksys Game yang sudah mengeluarkan judul-judul populer seperti Blazblue,” tutur CEO Lentera Nusantara Azizah Assatari (14/7).

Selain itu, kabar menggembirakan juga datang dari gim horor lain dari studio Digital Happiness asal Bandung, DreadOut.

Gim produksi tahun 2014 ini cukup fenomenal karena berhasil diunduh hingga 1 juta kali dan menginspirasi sebuah produser film untuk diangkat ke layar lebar. Ini merupakan yang pertama kali sebuah gim lokal diangkat menjadi film.

Kabar dari Agate Studio lewat gim Valthirian Arc: Hero School Story juga bakal dirilis pada kuartal empat tahun 2018 di PlayStation 4 dan Nintendo Switch.

Perilisan di gim konsol tersebut akan menjadi batu loncatan bagi CEO Arief Widhiyasa untuk membawa Agate Studio sebagai pemain game global.

Keempat game yang membawa harum nama Indonesia ini menjadi bagian dari deretan game lokal yang dipamerkan di BGP 2018.

Tahun 2017 menjadi kebangkitan berbagai pelaku industri gim tanah air. Gim Fallen Legion oleh Mintsphere dari Jakarta berhasil masuk platform PlayStation yakni rilis untuk di PS4 dan PSVita.

Selain itu, gim Legrand Legacy dan My Kovely Daughter meraih peringkat ketiga dan kedua di Game Developer World Championship 2017.

Prestasi internasional lain, King’s Play dari Mintsphere (Jakarta) menyabet satu gelar, Best Upcoming Games di International Mobile Gaming Award SEA 2017.

Dari sisi platform, Android masih menjadi platform favorit developer untuk mengembangkan gim. Total ada 77% developer di Indonesia mengembangkan gim untuk platform ini. Diikuti dengan Steam (PC) dengan 33%.

Banyak gim buatan developer Indonesia yang mendapatkan lebih dari 10 juta download di toko aplikasi seperti Ninja Fishing (Menara Games, Bandung), Mini Racing Adventures (Minimo, Pati), Icon Pop Quiz (Alegrium, Jakarta) dan Tebak Gambar (Kardus Imajinasi, Jakarta).

Riset dari Gamelab menunjukkan bahwa saat ini hanya sekitar 26,7% developer game di Indonesia yang sudah berbadan hukum atau berbadan usaha.

Perusahaan game developer tertua yang masih berjalan di Indonesia adalah Altermyth, yang merupakan kelanjutan dari Matahari Studios. Perusahaan game publisher tertua yang masih berjalan di Indonesia adalah Lyto Game.

Terkait mengembangkan industri gim Indonesia, “Bekraf memiliki target hingga 2021 bisa menambah kesertaan pemain lokal rebut pasar sendiri hingga 10 persen,” kata Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari kepada GATRA.

Meski demikian, Bekraf mesti realistis dan usaha keras.


Reporter : Fitri Kumalasari
Editor : Mukhlison 

Fitri Kumalasari
19-07-2018 09:25