Main Menu

TunaiKita Garap Potensi UMKM Bali

Abdul Rozak
22-07-2018 13:56

Siaran pers Tunai Kita di Bali. (Dok.Tunai Kita/RT)

Jakarta, Gatra.com - TunaiKita meluaskan pasar di Bali dengan target pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tercatat sebanyak 313.822 pelaku UMKM Bali berpotensi menjadi nasabah financial technology (fintech) TunaiKita.

Chief Executive Officer (CEO) Wecash Asia Pasifik James Chan mengatakan bahwa akses kredit dengan basis teknologi dapat mengembangkan usaha pelaku UMKM. Pelaku UMKM, terutama di Indonesia, masih kesulitan mendapatkan akses kredit melalui lembaga keuangan konvesional.

"Ini teknologi merupakan jalan keluar bagi pelaku usaha supaya tidak terjerat pinjaman yang mengancam nama baik, keselamatan," kata James dalam siaran pers di Denpasar, Bali, Minggu (22/7).

James menambahkan, masyarakat Pulau Dewata, terutama para pelaku UMKM, lebih terbuka dengan fintech. TunaiKita berharap, edukasi fincteh semakin gencar dilakukan di tanah air.

"Bali menjadi salah satu provinsi yang kami kunjungi untuk melakukan edukasi publik supaya masyarakat menjadi melek fintech dan tentunya mulai TunaiKita," katanya.

Kepala Perizinan dan Pengawasan Fintech Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan Alvin Taulu menuturkan masyarakat tidak perlu takut dengan fintech. Perlindungan konsumen menjadi hal penting hari industri fintech punya banyak celah.

"Salah satunya dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) membentuk kontak pengaduan ke nomor 157 untuk melayani kepentingan konsumen," kata Alvin.

Masyarakat bisa mengecek fintech berizin atau tidak di website OJK. Masyarakat juga harus memahami informasi dari website dan aplikasi, termasuk perhitungan bunga untuk mitigasi risiko. "Fintech ini seperti mobil ber cc besar. Bertenaga dan cepat tapi juga ada risiko yang besar," pungkasnya.


Reporter: Abdul Rozak

Editor: Aries Kelana

 

Abdul Rozak
22-07-2018 13:56