Main Menu

Direksi: Kredit Macet Bank Danamon, Bukan Dampak Perang Dagang

Hendry Roris P. Sianturi
26-07-2018 10:40

Ilustrasi - Transaksi perbangkan di bank Danamon. (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - PT Bank Danamon Indonesia (Bank Danamon) mencatatkan kredit macet (non performing loan/ NPL) Semester I tahun 2018 sebesar 3,3%. Angka ini naik dari semester I tahun lalu sebesar 3,2%. Direktur Keuangan Bank Danamon Satinder Pal Singh Ahluwalia mengatakan, naiknya NPL datang dari sektor industri dan pelayaran.

 

“Ini hanya naiknya di dua tiga sektor industri. Kenaikan NPL itu terjadi karena ada beberapa account, ada beberapa dari industri manufacturing steel based sama pelayaran. Kami juga sudah antisipasi, dan sudah menyiapkan cadangan yang cukup untuk account-account tersebut,” ujarnya di Gedung Danamon, Kuningan, Rabu (25/07).

 Pasca meletusnya perang dagang Amerika Serikat dan China, Kementerian Perindustrian menyebutkan bahwa sektor yang terkena dampak buruk perang dagang salah satunya indsutri baja. Karena diprediksi baja China akan meluber ke dalam negeri. Akibatnya, industri baja dalam negeri akan bergejolak.

Menurut Satinder, meningkatnya NPL di sektor indsutri baja bukan karena pengaruh perang dagang Amerika Serikat dan China. “Bukan akibat dari perang dagang. Jadi itu karena pelemahan (bisnis) di sektor itu dan memang sudah terjadi awal tahun ini,” katanya.

 Satinder juga mengatakan, bahwa pelemahan rupiah tidak berdampak langsung pada kenaikan NPL. “Mungkin tidak banyak juga (dampaknya). Karena rupiah sudah tahu. Trade war juga. Tapi dampaknya tidak terlalu besar. Kita kan sudah tahu suku bunga akan dinaikkan. Jadi, saya pikir nggak berdampak langsung ke NPL,” katanya.

 Pada semester ini, kredit dan trade finance perseroan tumbuh 4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 133,9 triliun, dibandingkan semester I-2017 sebesar Rp 128,3 triliun. Bank Danamon menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8%-10% hingga akhir tahun. Menurut Satinder, target pertumbuhan kredit tersebut tidak akan meningkatkan NPL tahun ini.

 


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Rosyid

Hendry Roris P. Sianturi
26-07-2018 10:40