Main Menu

Kelas Menengah Terus Berkembang, Bank Ini Luncurkan Produk Inovatif.

Hendri Firzani
26-07-2018 23:15

CEO Standard Chartered Rino Donosepoetro (Istimewa/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Peningkatan jumlah kelas menengah yang signifikan di Indonesia mendorong sejumlah industri perbankan melakukan inovasi untuk masuk ke pasar tersebut. Salah satunya, bank asal Inggris, Standard Chartered.

Bank tertua di dunia ini meluncurkan produk yang menggabungkan fasilitas kredit dan tabungan sekaligus, PremiumFirst. Menurut CEO Standard Chartered Rino Donosepoetro, langkah Standchart ini adalah bagian dari strategi untuk mengantisipasi perubahan prilaku masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah.

“Kami memperluas fokus ke segmen emerging affluent,” ujar Doni saat peresmian layanan Premium FIRST, kamis siang (16/7) . Layanan ini memudahkan nasabah untuk bertransaksi secara online dengan tingkat keuntungan lebih besar baik bunga yang bis amencapai 6 % dan diskon serta cash back di berbagai merchant yang telah bekerjasama, seperti Traveloka dan Cotton Ink.  

Berdasarkan data Bank Dunia di akhir 2017, satu dari lima orang Indonesia masuk segmen kelas menengah atau setidaknya 52 juta orang. Angka itu berkontribusi hingga 43 % dari total konsumsi rumah tangga.

Bahkan, menurut executive director & head wealth management Standard Bambang Simarno, berdasarkan data Boston Consulting Group (BCG), populasi masyarakat kelas menengah Indonesia mencapai 74 juta orang dan diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 141 juta pada 2020. 

Menurut Mastercard Affluent Report, telah terjadi perubahan perilaku di antara masyarakat affluent. Mereka semakin cerdas, savvy, dan mencoba berbagai pengalaman autentik.

Aisha Islam, vice president South East Asia Core Products Lead Mastercard mengatakan, dari 264 juta penduduk Indonesia, 59 % penduduk berusia antara 18 tahun hingga 59 tahun, pada 2022 nanti. Di mana 39 % diantaranya kelas menengah. Mereka cenderung mengutamakan lifestyle, yaitu travelling, retail, hotels dan dining. “Tapi mereka juga mempersiapkan diri, dengan berinvestasi,” ujar Doni.

 


Editor: Hendri

Hendri Firzani
26-07-2018 23:15