Main Menu

Bali Selatan Andalkan Wisata, Bali Utara Dorong Industri Manufaktur

Putri Kartika Utami
28-07-2018 14:46

Plt. Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) I Gusti Putu Suryawirawan mewakili Menteri Perindustrian memberikan sambutan pada acara Business Forum & Rapat Kerja Nasional XIX Himpunan Kawasan Industri di Bali. (Dok.Kemenperin/RT)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan kawasan industri baru di wilayah Bali Utara. Tujuannya, memacu pertumbuhan sektor manufaktur serta mengakselerasi pemerataan ekonomi.

 

Kawasan industri Bali Utara dirancang menjadi penunjang sektor pariwisata yang selama ini telah menjadi andalan untuk mendongkrak pendapatan di Pulau Dewata tersebut.

“Kami akan kaji terus untuk pengembangan kawasan industri yang terintegrasi di sana. Sebab, kami fokus untuk menumbuhkan kawasan industri di luar Pulau Jawa sebagai upaya mewujudkan Indonesia sentris,” kata Menperin, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra, Jumat (27/7).

Selama ini Bali masih terkenal sebagai kawasan pariwisata. Padahal, provinsi ini juga layak untuk menjadi kawasan industri manufaktur. Ada beberapa sektor manufaktur yang berpeluang untuk dikembangkan, di antaranya industri makanan dan minuman, aneka, garmen, perlengkapan perhotelan, hingga produk oleh-oleh.

“Di kawasan industri di sana bisa menampung sektor yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pariwisata,” paparnya.

Plt Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan menilai Bali Utara punya beberapa keunggulan untuk jadi wilayah pengembangan industri baru di luar Jawa. Pengembangan kawasan di Bali Utara juga menjadi upaya mengurangi ketimpangan ekonomi dengan wilayah Bali Selatan yang telah didominasi usaha sektor pariwisata.

Wilayah ini mempunyai potensi lahan yang luas dan tanahnya relatif datar serta dapat menyerap tenaga kerja. Apalagi pemerintah akan membangun bandara baru. Upah pekerja di Bali Utara masih kompetitif, tidak seperti di kota-kota industri di Jawa, sehingga akan semakin memperingan pengusaha dalam pemberian upah.

Langkah pemerintah pusat disambut baik pemerintah daerah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Putu Astawa mendorong pelaku usaha menanamkan modalnya untuk berinvestasi khususnya di Bali Utara. Ia juga mengatakan selama enam tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Bali tergolong baik, bahkan selalu di atas rata-rata nasional.

“Triwulan pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai 5,68 persen atau di atas ekonomi nasional,” katanya.

Reporter: Putri Kartika Utami

Editor: G.A. Guritno

Putri Kartika Utami
28-07-2018 14:46