Main Menu

UMKM Keluhkan Mahalnya Sewa Lapak di Lokasi Asian Games

Hendry Roris P. Sianturi
02-08-2018 13:57

Ilustrasi - Stan Asian Games. (Dok. INASGOC/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pelaku-pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengeluhkan mahalnya harga sewa tempat di kawasan Jakabaring, Palembang ketika perhelatan Asian Games 2018. Menurut Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun, harga sewa stan (booth) ukuran 3x3 m mencapai Rp. 1 juta per hari.

Untuk lokasi petak-petak yang berada di dalam ruang dengan fasilitas AC (Air Conditioner) harga sewa mencapai Rp. 15 juta untuk 15 hari. "Secara umum ternyata harga sewa stan bukanlah harga UMKM namun harga pengusaha besar. Di Palembang untuk 10 hari dengan lokasi di luar ruangan dengan stand tenda kerucut harganya Rp. 10 Juta," kata Ikhsan, Kamis (2/8).

Sementara dibandingkan dengan harga pameran di Jakarta Convention Center (JCC) dengan fasilitas AC, kata Ikhsan, harganya sekitar Rp. 600 ribu per hari. "Itu saja yang pakai AC dan nyaman, harga JCC dengan ukuran standard 9 meter persegi lebih kurang Rp 500 ribu sampai Rp. 600 ribu per hari," katanya.

Adapun produk-produk yang akan didagangkan UMKM seperti, cinderamata dari kulit, kain songket, jumputan, baju kaos, dan aneka kuliner Indonesia. "Itu akan mewarnai arena Asian Games. Seperti Contoh di Jakarta Ketoprak, kerak telor, dan lainnya. Sedangkan di Palembang adalah empek-empek dan makanan khas Palembang lainnya," ujar dia.

Karena harga sewa kemahalan, kata Ikhsan, bukannya untung, UMKM malah menanggung buntung berjualan di Asian Games. "Keuntungan yang diharapkan semula bisa mencapai 50%. Dengan harga (sewa) yang sangat mahal tidak bisa berharap banyak dan bisa saja malah merugi," katanya.

Ikhsan mengatakan, UMKM berharap agar pemerintah berpihak pada UMKM. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap harga yang ditetapkan oleh panitia yang terkesan sangat komersial. "UMKM belum bisa menyambut Asian Games dengan riang gembira karena kebutuhan terpenting untuk jualan, yaitu tempat, ternyata harganya sangat mahal," tutup Ikhsan.


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Iwan Sutiawan

Hendry Roris P. Sianturi
02-08-2018 13:57