Main Menu

Data Penjualan Ritel Diprediksi bisa Memperkuat Rupiah

Flora Librayanti BR K
07-08-2018 12:22

Ilustrasi(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Sentimen terhadap ekonomi Indonesia tengah membaik. Alasannya, laporan bahwa pertumbuhan ekonomi tumbuh dengan laju tercepat sejak 2013 pada kuartal kedua tahun ini sukses meningkatkan optimisme pasar.

 

Data menunjukkan, Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,27% year-on-year (YoY) pada April hingga Juni. Angka ini naik dari level 5,06% pada kuartal pertama 2018.

“Walaupun pertumbuhan ini dapat meningkatkan optimisme mengenai prospek pertumbuhan Indonesia, berbagai risiko eksternal berupa ketegangan dagang global dan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi momentum. Ketegangan politik yang semakin menjadi antara China dan Amerika Serikat dapat memengaruhi permintaan eksternal secara negatif,” kata Chief Market Strategist Forex Time (FXTM), Hussein Sayed di Jakarta, Selasa (7/8).

Di sisi lain, kenaikan suku bunga AS dapat mempercepat arus keluar modal. Rupiah telah mengalami depresiasi sekitar 6,3% terhadap Dolar tahun ini dan dapat semakin melemah apabila Dolar semakin menguat. Pertanyaan berikutnya, dengan perkembangan dagang global, Dolar yang menguat secara umum, dan prospek kenaikan suku bunga AS yang membebani pasar berkembang, apakah ekonomi Indonesia mampu mempertahankan momentum positif saat ini?

“Perhatian akan tertuju pada data penjualan ritel yang dijadwalkan untuk diumumkan pada Rabu besok dan mungkin memberi gambaran mengenai keadaan ekonomi Indonesia. Data penjualan ritel yang positif dapat semakin memperkuat Rupiah terhadap Dolar,” harap Hussein.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
07-08-2018 12:22