Main Menu

BPH Migas: Digitalisasi Nozzle Akan Dilakukan Pada 5518 SPBU

Annisa Setya Hutami
13-08-2018 15:59

Ilustrasi - Nozzle pada mesin BBM di SPBU. (GATRA/Abdurachman/FT02)

Jakarta, Gatra.com- BPH Migas bekerjasama dengan Pertamina dan Telkom akan melakukan realisasi digitalisasi nozzle pada 5.518 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ditargetkan pada Desember 2018 sudah mulai terlaksana. Saat ini sedang dilakakukan uji coba pada 10 SPBU yang berlokasi di Jakarta, Jogja dan Jawa Barat.


"BPH Migas dan Pertamina sepakat. Tujuannya agar pendataan BBM PSO maupun Non-PSO terlaksana dengan baik. Targetnya di akhir 2018. Pada waktu verifikasi dan pendataan benar-benar terjamin sebagaimana mestinya," ujar Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa dalam konferensi pers, Senin (13/8) di Gedung BPH Migas.

Ia mengatakan, nantinya dengan sistem tersebut akan lebih terintegerasi. Terutama untuk melihat siapa saja yang membeli BBM bersubsidi. Hal ini membantu dalam hal pengawasan dan transparasi data.

"Ini road map besar dari segi pengembangan sektor ESDM. Kita rutin menerima pelaporan. Nozzle untuk mengetahui angka-angka yang dilaporkan. Dengan digital akan membantu dua pihak," katanya.

Pertamina juga mengapresiasi hal tersebut. SVP Coroporate ICT Pertamina, Jeffrey Tjahja Indra menuturkan sistem kerjanya nanti menggunakan Automatic Tank Gauge (ATG).

"Kita memberikan konversi dari jumlah liter menjadi format elektronik. Pengumpulan data dari seluruh SPBU. Data 5518 SPBU selanjutnya dikirim pada pusat data. Nanti dilakukan report dan analitik. Salah satu upaya untuk melakukan pengendalian dari kecurangan. Kami dibantu PT Telkom untuk menjangkau wilayah yang lebih luas," tuturnya.

Menurut Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom, Dian Rahmawan, dasar digitalisasi yaitu pemasangan seluruh alat sensor, sampai pada nozzle. Akan terdapat platform aplikasi dan dioperasikan secara 3 D.

"Kita punya satelit. Aplikasi, plot servis dan sebagainya dapat dikendalikan oleh network. Kalau ada yang miss, semua terdeteksi. Data-data digital akan mudah dianalisa. Ini pekerjaan cukup berat dan menantang," ucap Dian.


Reporter: ASH
Editor: Arief Prasetyo

 

Annisa Setya Hutami
13-08-2018 15:59