Main Menu

Sidang Tahunan ICCIA Dapat Dimanfaatkan Untuk Menggejot Ekspor

Sandika Prihatnala
14-08-2018 14:14

Ilustrasi - Islamic Chamber of Commerce, Industri & Agriculture (ICCIA). (Dok. GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sebagai tuan tumah pelaksanaan Sidang Tahunan Islamic Chamber of Commerce, Industri & Agriculture (ICCIA) yang akan diadakan pada 22-23 Oktober 2018, Indonesia bisa menjadikannya sebagai momentum peningkatan ekspor. Sidang tahunan ICCIA akan menagendakan pertemuan B to B pengusaha Indonesia dan pengusaha dari OKI. 

 

Ketua Pelaksana ICCIA Annual Meeting 2018 Mohammad Bawazeer mengatakan, agenda tersebut juga dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk menarik para investor negara-negara anggota OKI. Ia melanjutkan, ajang pertemuan para pengusaha Indonesia dan pengusaha OKI juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Adapun saat ini, menurutnya, jumlah ekspor Indonesia kepada negara-negara OKI baru mencapai 5%.

Walau begitu, kata Bawazeer, ekspor Indonesia ke negara-negara OKI terdiri dari hampir seratusan komoditi, dengan total nilai ekspor mencapai US$ 23 Milyar. "Walaupun mengalami pertumbuhan dari sebelumnya, 2 tahun lalu sekitar 4%. Ini progres, ditengah kelesuan ekspor kita ke negara lain." kata dia kepada GATRA, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/08).

Adapun tantangan ekspor Indonesia ke negara OKI seperti Arab dan Oman adalah terkait upaya kedua negara tersebut mewujudkan visio 2030. Yang mana, kedua negara tersebut juga tengah berupaya menarik investor sebanyak-banyaknya. "Oman dan Saudi kan sedang menggalakan agar investasi datang ke negaranya. Artinya BKPM-nya aktif. Kalo dulu kan dia menanamkan modal ke luar, sekarang tidak lagi, " ujarnya.

Karena itu, Bawazeer mengingatkan, agar pemerintah Indonesia lebih sigap dalam mengantisipasi persaingan dagang antar negara OKI yang semakin kompetitif. Selanjutnya, ia meyakini, peluang ekspor Indonesia ke negara-negara OKI akan didominasi oleh para UMKM. Meski begitu, ia menilai, UMKM masih memiliki kelemahan ikhwal pemahaman mengenai proses ekspor. "Inilah kita dari Kadin mencoba menghimpun, memberikan pemahaman yang jelas pada UKM agar mereka mau ekspor silahkan datang ke Kadin," imbuhnya.

Terlebih, ia mengaku, potensi dan kualitas produk UMKM untuk ekspor ke negara-negara OKI sangat tinggi. Bila kondisi ini terjadi, ia meyakini, ekspor Indonesia akan mencapai 10 % atau dua kali lipat dari sekarang dalam beberapa tahun ke depan. "Seperti Rotan, kita tidak tahu, padahal rotan sudah di ekspor 10 tahun ke Lebanon. Nah seperti ini pemerintah harus turun tangan memberikan isentif dan kemudahan-kemudahan lainnya," katanya berharap.


Reporter : MEF

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
14-08-2018 14:14