Main Menu

Perusahaan Logistik Indonesia Incar Vietnam dan Malaysia

Umaya Khusniah
15-08-2018 08:46

CEO J&T Robin Lo (kiri) dan Head of Partnership Shopee Indonesia Jeannifer Suryajaya (GATRA/Umaya Kusniah/yus4)

Jakarta, Gatra.com - PT Global Jet Express selaku penyedia layanan logistik atau J&T Express terus melebarkan sayap usahanya di beberapa negara di Asia Tenggara.

 Setelah Malaysia dan Vietnam yang beroperasi sejak Maret 2018, kini J&T Express mulai mempersiapkan untuk ekspansi ke Thailand dan Philipina.

"Kedua negara  ini rencanannya akan dimulai awal tahun depan," ujar Robin Lo selaku CEO J&T Express pada perayaan ulang tahun J&T pada Selasa (14/8) di Jakarta.

Menurutnya, pemilihan dua negara ini didasarkan pada kondisi pertumbuhan e-commerce dan pertumbuhan ekonomi yang siginifikan di negara tersebut.

Meski berekspansi di negara tersebut, namun menurut Robin, J&T belum bisa melayani pengiriman antar negara tersebut. Untuk sementara layanan hanya melayani pengiriman domestik masing-masing negara.

Pemilihan Malaysia dan Vietnam sebagai lahan baru J&T menurut Robin karena meski e-commerce sudah maju di kedua negara tersebut, namun terkait pengiriman barang, masih sangat kurang.

Di Vietnam ia contohkan, untuk pengiriman darat saja memerlukan waktu kira-kira satu minggu. "Kita yang kepulauan saja bisa tiga hari, masa ini darat kita ga bisa," ujarnya menambah.

Robin menambahkan, perusahaan mengalokasikan dana US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,33 triliun sejak 2017 untuk ekspansi ke empat negara tersebut. Sebanyak 800 miliar investasi itu untuk infrastruktur. Sementara sisanya untuk pengembangan yang lain.

Strategi yang Robin terapkan untuk bisnis ini fokus pada peningkatan kualitas layanan, sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi. Semua SDM yang dimiliki J&T berstatus karyawan J&T.

Hal ini kata Robin karena perusahaannya memegang semua kendali sendiri. Ia merasa, dengan memegang semua di bawah kendali perusahaan, akan lebih mudah mengatur SDM-nya.

Maka dari itu J&T tidak bekerja sama dengan pihak ketiga terutama terkait kurir. "Nanti kalo ada kurir yang tiba-tiba ada yang cuti atau sakit, kan kita susah antisipasinya kalo ga dihandle sendiri," pungkasnya. 


Reporter : Umaya Khusniah
Editor : Rosyid

Umaya Khusniah
15-08-2018 08:46