Main Menu

OJK Keluarkan Ketentuan Untuk Dorong Sektor Perumahan

Aulia Putri Pandamsari
15-08-2018 23:15

 

Jakarta, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rabu siang lalu menerbitkan penyesuaian ketentuan perbankan dalam rangka mendorong sektor perumahan. Di antaranya, dengan memberikan izin kepada perbankan untuk menyalurkan kredit kepada pengembang untuk keperluan pembebasan lahan.

 

Ketentuan yang diterbitkan OJK ini merupakan perubahan atas POJK No. 44/POJK.03/2017 mengenai pembatasan kredit oleh bank umum untuk pengadaan dan pengelolaan tanah.

Meskipun demikian, OJK menerapkan sejumlah syarat, seperti tanah tersebut akan dibangun dalam kurun waktu satu tahun dan digunakan untuk pembangunan rumah tapak atau susun yang bukan berlokasi di kawasan komersial.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menjelaskan bila ketentuan ini diharapkan dapat mengakomodir pengembang kelas menengah ke bawah supaya dapat mengakses dana dari bank.

“Ini agar yang menengah ke bawah juga bisa mendapat kredit kalau dia ingin membangun perumahan. Dengan adanya insentif ini diharapkan juga dapat muncul kawasan hunian baru yang memicu kegiatan ekonomi seperti pertumbuhan pusat perbelanjaan,” terang Heru dalam konferensi pers dengan awak media, di Menara Radius Prawiro, Rabu(15/8).

Selain itu, paket kebijakan baru yang diterbitkan OJK ini juga memuat mengenai penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dalam mendukung kebijakan Bank Indonesia dalam melonggarkan Loan to Value (LTV). Sebelumnya, besaran ATMR yang ditetapkan untuk KPR bank konvensional maupun bank syariah adalah 35%. Dengan adanya kebijakan baru ini, maka ATMR kredit turun menjadi 20% hingga 35%.

“Besaran ATMR akan disesuaikan dengan besaran LTV yang ditetapkan oleh bank. Semakin tinggi LTV maka semakin besar ATMRnya ,” ujar Heru.

Penyesuaian bobot risiko kredit beragun rumah tinggal akan menjadi: ATMR 20% untuk rasio LTV paling tinggi 50%. Yang kedua, ATMR 25% untuk rasio LTV lebih dari 50% sampai dengan 70%. Dan terakhir, ATMR 35% untuk rasio LTV lebih dari 70% sampai dengan 100%.


Reporter: Aulia Putri Pandamsari
Editor: G.A. Guritno

Aulia Putri Pandamsari
15-08-2018 23:15