Main Menu

Proyek Kanal Cikarang Bekasi Laut Siap Dilaksanakan Tahun Ini

Flora Librayanti BR K
17-08-2018 14:33

Media Gathering PT Pelindo (GATRA/Flora /yus4)

Tanjung Pandan, Gatra.com – Pembangunan Inland Waterways/ Cikarang-Bekasi-Laut Jawa (CBL) siap untuk segera dimulai di tahun ini. Saat ini, CBL tengah memasuki tahap finalisasi desain.

“Kita sedang menyempurnakan desain. Nanti tak semata untuk jalur transportasi pemindahan barang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Cikarang. Tapi diupayakan akan ada satu kawasan industri baru,” sebut Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC, Elvyn G Masassya disela-sela Media Gathering di Tanjung Pandan, Belitung, Kamis (16/8).

Meski demikian, Elvyn menolak menjelaskan lebih detil terkait lokasi kawasan industri yang dimaksud. “Nanti kami umumkan kalau sudah final semuanya. Satu hal yang pasti, ini kabar paling baru terkait CBL ini,” tambahnya.

Direktur Teknik dan Manajemen Risiko IPC, Dani Rusli Utama menyebut kalau desain ini memang kompleks. Mereka selalu berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Terutama dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, apakah berdampak pada irigasi. Selain itu ada pula beberapa jalur gas yang akan dilewati. Maka, konsultasi dengan para pemilik pipa gas juga terus dilakukan untuk memastikan metode yang diterapkan sesuai aspek safety dan security.

Selain soal desain, konteks perijinan juga masih menjumpai kendala. Ada lahan negara yang memang milik Kementerian PUPR. Ada pula masalah bagaimana mengurus ijin lahan yang tadinya untuk perumahan lalu bisa menjadi area perindustrian. Urusan yang terakhir ini sudah diusulkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Harapannya ini akan masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP). Fokus kita adalah eksekusi tahun ini,” sebut Dani.

IPC sendiri kini siap menggelontorkan investasi awal Rp3 triliun untuk CBL. Total nilai proyek diperkirakan Rp6 triliun. Mereka sudah mengajukan ke pemerintah agar CBL ini nantinya ada sinkronisasi dengan akses lainnya. Misalnya dengan jalur tol Jababeka. Proyek ini ditargetkan tuntas pada 2021.

CBL sendiri masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional. CBL dinilai penting dan mendesak mengingat kondisi Pelabuhan Tanjung Priok yang terus berkembang sehingga perlu menyiapkan moda transportasi alternatif. Ada dua aspek yang dihitung. Pertama, economic visibility yang sudah jelas akan berkontribusi. Kedua yakni financial visibility. Faktor kedua inilah yang lebih menantang karena IPC harus menyiapkan tarif total cost yang lebih rendah daripada moda transportasi lain sehingga bisa bersaing.


Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
17-08-2018 14:33