Main Menu

OJK Ungkap Tindak Pidana Perbankan BPR Multi Artha Bekasi

Hendry Roris P. Sianturi
21-08-2018 13:28

Gedung OJK (GATRA/Rifki M. Irsyad/yus4)

Jakarta, gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Perbankan yang dilakukan Komisaris BPR Multi Artha Mas Sejahtera. Pelaku berinisial H ini telah menggarong uang senilai Rp. 6,280 milyar yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Rokhmad Sunanto menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari temuan OJK terhadap kegiatan BPR MAMS yang kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Kerja Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK.

Modus operandi yang dilakukan H sebagai Komisaris PT. BPR MAMS adalah dengan pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam proses laporan. Berupa, dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank.

"Pelaku dengan sengaja menyebabkan tidak dilakukannya pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening PT. BPR Multi Artha Mas Sejahtera Bekasi," kata Rokhmad, (21/08).

Sejumlah tindakan penyidikan yang telah dilakukan OJK terkait kasus ini antara lain, memeriksa enam orang saksi termasuk pegawai PT. BPR MAMS Bekasi, satu orang ahli dari Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia (PERBANAS) di Jakarta; memeriksa satu orang tersangka.

Kemudian OJK menyita barang bukti berupa dokumen kredit dan kelengkapannya dengan penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri Bekasi, menyerahkan Berkas Perkara kepada Jaksa Penuntut Umum, menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum.

PT. Bank Perkreditan Rakyat Multi Artha Mas Sejahtera, yang beralamat di Revo Town (d/h Bekasi Square Shopping Center) Nomor 78, Pekayon Jaya, Kota Bekasi telah dicabut izin usahanya oleh OJK sejak 2 tahun lalu, yakni sejak tanggal 26 Agustus 2016.

Sementara pihak PT. Bank Perkreditan Rakyat Multi Artha Mas Sejahtera belum berhasil dmintai konfirmasi karena tidak mencantumkan nomor telepon kantor di laman perusahannya,


Reporter: Roris Sianturi
Editor: Iwan Sutiawan

Hendry Roris P. Sianturi
21-08-2018 13:28