Main Menu

BI: Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia Aman

Aditya Kirana
23-08-2018 19:41

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.(Shutterstock/re1)

Manado, Gatra.com - Pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dilaporkan tumbuh cukup progresif di akhir Quartal II (Q2) tahun 2018. Menurut Ronny Widijarto Purubaskoro, Deputi Direktur Departmen Regional III Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi di KTI sangat bergantung pada kestabilan ekonomi di kawasan Jawa.

 

Memang ada beberapa masalah perekonomian secara struktural dan meski kalah dalam ukuran, namun pertumbuhan ekonomi KTI mendukung devisa masuk melalui kinerja ekspor. “ Sizenya memang kalah, tapi ditopang oleh ekspor,” ujarnya di Four Points Hotel, Manado, Kamis (23/8).

Dari sisi agregasi antara Q1-Q2, Ronny mengklaim bahwa pertumbuhan naik dari 6,02% ke angka 6,23%. “Ini didorong oleh permintaan domestik,” katanya.

Pola pertumbuhan KTI masih diwarnai oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh cukup signifikan. “Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh tinggi. Hal ini sangat bergantung pada kestabilan harga dan bantuan pemerintah seperti dana desa,” tambah Ronny.

Menurut Ronny, pertumbuhan ekonomi yang cukup baik ini juga dipengaruhi oleh beberapa momen seperti hari raya Idul Fitri. Jika di bagi berdasarkan sektornya, maka pertambangan mengambil 21% dari total pertumbuhan ekonomi di KTI, lalu 17,25% sektor pertanian, 10,43% sektor perdagangan dan 9,70% dari sektor konstruksi.

Dari sisi wilayah, Kalimantan menyumbang 41% dari perekonomian di KTI. “Batu bara dan industri kayu serta perikanan sangat menopang,” lanjutnya. Lalu disusul oleh Sulawesi, Maluku dan Papua hingga Bali dan Nusa Tenggara. Ronny mengakui bahwa dari segi inflasi masih lampu hijau. “Inflasi terjaga di sasaran inflasi nasional,” demikian Ronny.


Reporter: Aditya Kirana
Editor: Arief Prasetyo

 

Aditya Kirana
23-08-2018 19:41