Main Menu

Ini kata BI Soal Kendala dan Prospek Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Utara

Aditya Kirana
23-08-2018 20:34

Ilustrasi - Kopra (Wikipedia/Dan Iserman/FT02)

Manado, Gatra.com - Daerah tertinggal memang harus memiliki kekuatan ekstra  untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Hal ini yang juga sedang di lakukan di Sulawesi Utara. 

 

“Supaya kita nggak race to the bottom, growth rate harus tumbuh lebih cepat,” ujar MHA. Ridwan, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Sulawesi Utara.

Dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, Sulawesi Utara hanya menyumbang 0,81% dari total pertumbuhan. “Dan prediksi pertumbuhannya 6,2% - 6,6%,” ujarnya.

Sejak 10 tahun terakhir, setengah dari ekspor Sulawesi Utara masih ditopang oleh minyak kelapa atau kopra dan turunannya. “Itu sebesar 499,26 USD atau 51,49% dari total ekspor,” katanya lagi.

Setelah itu ekspor minyak kelapa sawit dan turunannya mengejar di urutan kedua ekspor favorit.

Ridwan mengakui memang dari sisi industri, Sulawesi Utara masih ditopang industri yang sifatnya ekstraktif dan masih bergantung pada komoditas. Belum lagi persoalan perkembangan ekonomi yang kerap terhalangi.

Misalnya, papar Ridwan, soal Special Economic Zone Bitung. “Hingga hari ini masih terkendala sertifikat lahan,” ujarnya. Belum lagi soal Manado - Bitung Highway yang hingga 3 tahun ini baru 25% terealisasi.

Dari sisi konsumsi, masyarakat Sulawesi Utara, khususnya kota Manado dikenal cukup konsumtif. “Kalau ada mobil baru, langsung dipasarkan ke Manado,” candanya. Pola konsumsi, lanjut Ridwan, bisa dilihat dari share kredit konsumsi yang cukup tinggi di Sulawesi Utara yang berada di angka 61%.

Menurut Ridwan, sudah sangat banyak road map terkait pengembangan industri turunan yang tidak mengandalkan komoditas. Namun implementasinya masih menjadi soal. “Salah satu masalahnya adalah gangguan harga komoditas,” jelasnya.

Hal ini kemudian mengendurkan semangat investasi karena dengan menjual komoditas saja sudah sangat menguntungkan. “Buat apa membangun industri turunan?” katanya. 


Reporter : Aditya Kirana
Editor : Mukhlison 

Aditya Kirana
23-08-2018 20:34