Main Menu

Bukan Mustahil Mewujudkan Making Indonesia 4.0

Aulia Putri Pandamsari
30-08-2018 16:39

Ngakan Timur Antara. (Dok. Kemenperin/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Pemerintah menetapkan target besar dalam impelementasi revolusi industri 4.0. Target yang ditetapkan yaitu menjadikan Indonesia masuk pada jajaran 10 negara dengan perekonimian terkuat di dunia pada tahun 2030.

 

Indonesia dipandang mampu mencapai target tersebut karena memiki jumlah pasar yang besar dan jumlah sumber daya manusia yang produktif seiring dengan bonus demografi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan bila impelementasi Making Indonesia 4.0 dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestk Bruto (PDB) riil sebesar 1% sampai 2% per tahun sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5% menjadi 6% hingga 7% selama tahun 2018-2030.

“Selain itu, angka ekspor netto kita akan meningkat kembali sebesar 10% dari PDB. Kemudian, terjadi peningkatan produktivitas dengan adopsi teknologi dan inovasi, serta mewujudkan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 10 juta orang pada tahun 2030,” terang Ngakan dalam Workshop Pendalaman Kebijakan Industri, di Yogyakarta, Kamis (30/8).

Kemenperin juga menetapkan lima sektor prioritas untuk mencapai target itu. Lima sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, ndustri kimia, dan elektronika.

Pada triwulan II tahun 2018, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 8,67 persen, serta industri tekstil dan pakaian jadi menembus hingga 6,39 persen. Kinerja dari sektor-sektor manufaktur ini mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Selanjutnya, sepanjang semester I-2018, industri makanan memberikan kontribusi tertinggi hingga 47,50% dengan nilai Rp21,9 triliun terhadap penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor manufaktur, diikuti industri kimia dan farmasi dengan menyumbang 14,04% (Rp6,4 triliun).

Sedangkan, untuk kontribusi terhadap PMA di sektor manufaktur, industri kimia dan farmasi tercatat menyumbangkan sebesar 18,84% (US$1,1 miliar), serta industri makanan 10,41 persen (US$586 juta).


Reporter: Aulia P Pandamsari
Editor: Mukhlison

Aulia Putri Pandamsari
30-08-2018 16:39