Main Menu

AIIB Siap Pinjami Jokowi Pinjaman US$1Miliar Untuk Infrastruktur

Birny Birdieni
30-08-2018 16:58

Ilustrasi - Proyek Infrastruktur (GATRA/Abduracman/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Untuk mendukung proyek infrastruktur di Indonesia, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) siap menawarkan dengan plafon mencapai US$1 miliar. Pernyataan itu disampaikan oleh delegasi AIIB yang menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (30/8).

 

Jokowi menerima delegasi AIIB pada sekitar pukul 08.30 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat. Yakni diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.

Setelah pertemuan itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut bahwa tawaran AIIB kepada Indonesia ini untuk sampai akhir tahun pada proyek infrastruktur pariwisata, bandara, hingga hydropower. "Komitmen menunggu kita. Sampai 2018 mereka siapkan segitu," katanya dikutip dari Antaranews, Kamis (30/8).

Dikatakan Basuki bahwa pihaknya telah mengajukan proposal pendanaan untuk sejumlah proyek. Di antaranya tiga proyek on-going, yakni Dam operational improvement and safety project (DOISP II) dengan jumlah pinjaman US$125 juta.

Lalu national slump upgrading project dengan nilai pinjaman US$216,5 dan strategic irrigation modernization and urgent rehabilitation project (SIMURP) dengan jumlah pinjaman US$250 juta. Semua proyek on going AIIB di Kementerian PUPR disebutkan Basuki merupakan "co-financing" dengan Bank Dunia.

Sementara proyek lain juga masuk diusulkan dalam Rolling Plan AIIB (proposed projects). Yaitu Long Span Bride Development for Selected Area senilai pinjaman US$355 juta.

Dimana beberapa diantaranya dokumen kesiapannya sedang disiapkan dengan ESP ADB. Seperti National Road Improvement in Central Kalimantan senilai US$250 juta AS. Lalu The Development of Regional Water Supply System of Jatigede senilai US$140,62 juta.

Ada juga IKK Water Supply Program and Small Water Treatment Plant for Water Scarcity Area dengan nilai pinjaman yang diajukan US$50 juta.

Basuki mengatakan kedatangan AIIB kepada Presiden lebih merupakan "courtesy call" untuk menjelaskan bagian negara anggota AIIB. "AIIB komitmen 'promote' dalam rangka bukan hanya pertumbuhan ekonomi satu negara tapi juga investment salah satunya melalui infrastruktur dan untuk di 'productive sector',” katanya.

Peran AIIB, lanjut Basuki adalah mempromosikan pertumbuhan ekonomi melalui investasi di bidang infrastruktur dan produktif lain, seperti manufaktur. “Kalau Indonesia punya bahan mentah itu kan langsung diekspor, jadi ini dibantu itu (oleh AIIB) sehingga yang diekspor adalah barang jadi," ungkapnya.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
30-08-2018 16:58