Main Menu

Ekonom INDEF: Rupiah Makin Terpuruk Akibat Krisis di Turki dan Argentina

didi
02-09-2018 14:32

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Nilai tukar Rupiah semakin melemah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah sudah memasuki level Rp14.700 bahkan Rp14.800 per Dollar AS.

 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, Indonesia merupakan negara berkembang. Maka dari itu, kata dia, pelemahan Rupiah disebabkan oleh krisis keuangan yang terjadi di Turki dan Argentina.

"Tentunya berasal dari eksternal, yakni krisis Turki dan Argentina yang menyebabkan negara The Fragile Five terkena dampaknya. Salah satunya Indonesia yang riskan," ujar Bhima, Minggu (2/9).

Ia menjelaskan, pasar mengkategorikan Indonesia bersama negara berkembang yang mengalami defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD). Sepanjang 2017 lalu, Indonesia mengalami defisit neraca transaksi berjalan sebesar 1,7% dari GDP tahun 2017.

“Sementara negara berkembang lainnya yang mengalami defisit, antara lain Argentina defisit 4,8%, India defisit 1,9%, Brazil defisit 0,48%, Filipina defisit 0,8%, Turki defisit 5,5%, dan Afrika Selatan defisit 2,5%,” jelasnya.

Akibatnya, investor memilih untuk menarik investasinya lalu memindahkan kepada investasi yang lebih aman (safe haven).

“Di internal terjadi proyeksi defisit transaksi yang cukup besar di 2,7%-2,8% dari GDP dari ambang batas 3%," tutur Bhima.

Untuk itu, Bhima meminta agar pemerintah segera merealisasikan kebijakan untuk menekan impor serta mendorong ekspor. Dengan demikian, neraca transaksi berjalan dapat diperbaiki sehingga mengurangi defisit transaksi berjalan.

Pada Juli 2018, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan RI kembali mengalami defisit sebesar US$2,03 miliar. Sementara, data bank sentral menunjukkan defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 tercatat sebesar US$8 miliar atau 3% dari PDB.

Menurut Reuters, pada perdagangan Jumat 31 Agustus 2018, Rupiah berada di level Rp14.839 per USD. Sedangkan menurut Bloomberg, dollar index Rupiah di level Rp14.710 per USD.

Sementara itu, dalam kurs Jisdor Bank Indoensia (BI), Rupiah berada di level Rp14.711 per USD.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Hidayat Adhiningrat P

didi
02-09-2018 14:32