Main Menu

Ramayana Yakin Stabilitas Ekonomi RI Topang Sektor Konsumer di 2018

didi
03-09-2018 09:42

Bakti Sosial PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk di Sekolah Sariputra Cikarang, Minggu (2/9). (Foto: Didi Kurniawan)

Jakarta, Gatra.com- PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk meyakini, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berada dalam kecenderungan menanjak akan menjadi penopang bisnis di sektor konsumer tahun ini. Terlebih lagi, tingkat konsumsi rumah tangga mampu bertumbuh 5,14% di kuartal II-2018.

 

CorporateSecretary Ramayana, Setyadi Surya mengatakan, stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat ke level 5,27% di Kuartal II-2018 akan mendukung bisnis ritel Ramayana, terlebih lagi pertumbuhan tersebut ditopang oleh komponen konsumsi rumah tangga.

"Bisnis kami tetap terus ada pertumbuhan pada Juli dan Agustus tahun ini. Karena, perekonomian kita bertumbuh cukup stabil dan terus meningkat. Selain itu, permintaan di pasar domestik juga tetap tinggi," kata Setyadi kepada Gatra.com, Minggu (2/9).

Dia mengatakan, tingkat pertumbuhan konsumsi rumah tngga yang berlanjut menguat menjadi 5,14% di kuartal kedua tahun ini akan menjadi potensi peningkatan kinerja bisnis bagi sektor konsumer.

“Transformasi toko yang sudah kami lakukan mendukung bisnis Ramayana di saat ekonomi membaik," imbuhnya.

Setyadi menyebutkan, Ramayana Department Store telah menerapkan transformasi bisnis melalui brand Ramayana Prime yang menjual konsep lebih premium. Dia menyebutkan, langkah ini ditempuh pihaknya untuk meluaskan target konsumen yang sebelumnya identik menyasar kelas menengah ke bawah.

Lebih lanjut dia mengatakan, optimistis peningkatan konsumen pada kuartal kedua akan menopang pertumbuhan penjualan untuk empat bulan ke depan di 2018. Sedangkan, lanjut dia, Ramayana juga tengah mendorong pertumbuhan margin dengan memperkecil kerugian di supermarket.

"Kami sudah mengecilkan space supermarket untuk melebarkan divisi fashion dan kami sudah ada 25 toko yang bertransformasi. Kami melakukan konsolidasi ke dalam, karena RALS sebagai peritel tetap yakin tetap meraih pertumbuhan," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Ramayana Suryanto mengatakan, pihaknya menargetan penjualan 2018 sebesar Rp8,2 triliun. Pada Semester I-2018, Ramayana mencatatkan penjualan sebesar Rp5,1 triliun, sehingga laba bersih menjadi Rp481,1 miliar.

“Dari pencapaian penjualan dan tingkat pertumbuhan hingga Kuartal II-2018 itu, maka target penjualan 2018 diproyeksikan mencapai Rp8,2 triliun dangan marjin kotor sebesar 28 persen,” kata Suryanto.

Dia mengatakan, catatan positif kinerja keuangan Ramayana tersebut didorong oleh membaiknya sektor ritel di 2018. Hingga akhir Juni tahun ini rasio lancar mencapai 2,2 kali atau lebih tinggi dibanding periode yang sama 2017 sebesar 1,9 kali.


Gelar Bakti Sosial

Sementara itu, Ramayana pada Minggu (2/9) kemarin kembali menyelenggarakan Bakti sosial melalui pengobatan gratis di Sekolah Sariputra, Cikarang. Dalam hal ini Ramayana mendistribusikan kupon pengobatan kepada yang betul sakit dan khususnya bagi keluarga prasejahtera.

Sejak awal Agustus 2018, sebanyak 3.100 kupon berobat telah didistribusikan. Pengobatan yang dilakukan ini tidak terbatas pada penyakit tertentu, meskipun pada brosur tertulis untuk penyakit katarak, hernia, bibir sumbing, miom dan kista, benjolan dan gondok, karena mereka yang datang pastinya dari berbagai penyakit yang ada di wilayah Cikarang dan Karawang.

Dan pada pelaksanaan pengobatan ini melibatkan 60 dokter profesional serta 200 tenaga bantuan untuk kelancaran pelaksanaannya.

 



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Birny Birdieni

didi
03-09-2018 09:42