Main Menu

Para Analis Memperingatkan Kejatuhan Rupiah

Rosyid
03-09-2018 17:20

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Singapura, Gatra.com - Sejumlah analis -seperti yang dirangkum Bloomberg memprediksi, Rupiah sedang menuju level psikologis baru Rp 15.000 per dollar untuk pertamakalinya sejak krisis moneter 1998.

Rupiah tertekan hingga Rp 14.782 pada hari Senin (3/9)didorong defisit perdagangan nasional. Ketergantungan terhadap impor minyak mentah menjadikan Rupiah rentan terhadap aksi jual mata uang negara berkembang yang dipicu krisis keuangan di Turki dan Argentina.

"Lima belas ribu adalah level psikologis berikutnya yang bisa ditembus rupiah," kata Nick Twidale, chief operating officer di Rakuten Securities di Sydney. "Investor akan mengawasi bank sentral secara ketat untuk melihat langkah selanjutnya. Kenaikan suku bunga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap depresiasi rupiah sejauh ini."

Nilai rupiah turun enam persen dalam tiga bulan terakhir. Intervensi Bank Indonesia di pasar mata uang dan obligasi tidak terlalu banyak membantu menahan pelemahan rupiah. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga hingga empat kali sejak Mei lalu.

"Defisit neraca perdagangan dan ketergantungan terhadap impor minyak melumatkan rupiah," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di Oanda Corp., Singapura.

Namun tidak semua memandang pesimis. RHB Banking Group memprediksi akhir tahun Rupiah akan kembali ke level 14.500 seiringn suksesnya Bank Sentral menahan aksi jual.

Langkah-langkah untuk mengatasi depresiasi Rupiah seperti mengurangi defisit neraca berjalan dan fiskal akan membantu, kata Ahmad Nazmi Idrus, ekonom di RHB Kuala Lumpur.


Rosyid

Rosyid
03-09-2018 17:20