Main Menu

Menko Perekonomian Berang Kondisi Rupiah Sekarang Dibandingkan Dengan 1998

Ervan
04-09-2018 15:07

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar (Dok. GATRA/Dharma Wijayanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koordinator Perekenomian Darmin Nasution berang lantaran kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika saat ini dibanding-bandingkan dengan nilai tukar saat krisia moneter tahun 1998. Meski sama-sama menembus angka Rp 14.000 per dolar, namun Darmin menolak jika dikatakan saat ini terjadi krisis di Indonesia.

 

"Jangan dibandingkan Rp 14.000 sekarang dengan 20 tahun lalu. 20 tahun lalu berangkatnya dari Rp 2.800 ke Rp14.000. Sekarang dari Rp 13.000 ke Rp14.000. Tahun 2014, dari Rp 12.000 ke Rp14.000," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/9).

Ia pun menyayangkan pemberitaan di luar negeri yang menyebut pelemahan rupiah adalah yang terburuk sejak 1998. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menilai, saat ini semua instrumen ekonomi dalam negeri masih baik.

"Kita fundamental ekonomi masih oke, kelemahan kita hanya transaksi berjalan yang defisit. Berapa? 3 persen. Lebih kecil dari 2014 4,2 persen. Masih lebih kecil dari Brasil, Turki, Argenina," tegasnya.

Selain itu, jika dilihat dari sisi inflasi, Indonesia juga masih lebih baik dari negara-negara yang mengalami masalah ekonomi tersebut. Mengenai masalah defisit transaksi berjalan Indonesia yang diduga sebagai salah satu penyebab terpuruknya rupiah, Darmin pun punya pembelaan.

"Meskipun kita ada defisit transaksi berjalan, ini bukan penyakit baru. Dari 40 tahun yang lalu transaksi berjalan ini defisit. Memang ini agak besar tapi enggak setinggi 2014, tahun 1994-1995, tidak setinggi 1984. Tolong membacanya, membandingkannya yang fair," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Hidayat Adhiningrat P

 

 

 

Ervan
04-09-2018 15:07