Main Menu

Begini Jurus Jitu Menteri Jonan Perkuat Devisa

Birny Birdieni
05-09-2018 10:18

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Ignasius Jonan. (Antara/Akbar Nugroho Gumay/RT)

Jakarta, Gatra.com- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kebijakan strategis untuk mengendalikan impor dan memperkuat devisa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyebut bahwa hal ini menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo.

 

Kebijakan strategis itu mulai dari Penataan ulang proyek ketenagalistrikan, Penerapan mandatory B20, dan meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Hingga kebijakan hasil ekspor sumber daya alam untuk penguatan devisa nasional.

"Arahan Bapak Presiden kalau melihat konstitusi UUD 1945 dan semua Undang-Undang turunannya, semua sumber daya alam dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ungkap Jonan dalam rilis yang diterima Gatra.com, Rabu (5/9).

Jonan mengatakan bahwa di Undang-Undang, baik Undang-Undang Minerba, Undang-Undang Migas, tidak ada tambang dalam bentuk apapun yang dimiliki oleh privat atau swasta.

"Semua dimiliki oleh Negara. Oleh karena itu, arahan Bapak Presiden, kalau dilakukan ekspor, uangnya harus kembali," kata Jonan. Karenanya, Kementerian ESDM akan menetapkan peraturan bahwa semua ekspor harus pakai letters of credits (LC).

Di samping itu, hasil ekspor juga 100% harus kembali ke Indonesia, baik dalam bentuk Dollar Amerika atau ditempatkan di bank-bank Pemerintah Indonesia di luar negeri.

"Saya kira itu tidak ada masalah. Kita akan buat mekanisme kita akan minta buktinya mana uang yang kembali, ekspor sekian 'kan kita bisa hitung pakai LC," pungkasnya.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
05-09-2018 10:18