Main Menu

KAI: Tarif Baru KA Pangrango Masih Wajar

Rosyid
05-09-2018 18:17

KA Pangrango.(ANTARA/re1)

Sukabumi, Gatra.com - Kenaikan tarif KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor, Jawa Barat, yang ditetapkan mulai berlaku Selasa (4/9) dinilai masih dalam batas wajar dan masih rendah dari tarif batas atas.

 

 

"Tarif KA Pangrango memang naik untuk kelas ekonomi yang awalnya Rp25.000 untuk hari biasa dan akhir pekan Rp30.000 naik menjadi Rp35.000," kata Juru Bicara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Edy Kuswoyo kepada Antara, Rabu (5/9).

Sementara tarif kelas eksekutif hari biasa Rp60.000 dan akhir pekan Rp70.000, kini naik menjadi Rp80.000. "Kenaikan ini masih dalam batas wajar," tambahnya.

Menurut dia, penyesuaian tarif itu disesuaikan dengan biaya operasi yang dikeluarkan oleh KAI. Sebelumnya BUMN itu memberlakukan tarif promo untuk KA Pangrango dengan menggunakan tarif batas bawah (TBB).

Ia melanjutkan KA Pangrango merupakan angkutan komersil, bukan KA yang mengemban pelayanan bersubsidi (public service obligation/PSO) sehingga PT KAI bisa mengatur tarifnya. Terkecuali untuk KA PSO atau perintis yang regulasinya masih diatur oleh Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub).

Sebenarnya, tarif yang diberlakukan untuk KA Pangrango ini masih lebih murah karena sesuai dengan tarif batas atas (TBA) untuk kelas eksekutif mencapai Rp90.000 dan untuk ekonomi Rp45.000 per penumpang.

"Pelayanan pasti ditingkatkan, khususnya dalam kenyamanan dan keamanan penumpang selama menggunakan jasa angkutan massal ini. Keberadaan KA Pangrango pun membantu masyarakat Sukabumi yang hendak ke Bogor maupun sebaliknya," janjinya.

Sementara itu Kepala Stasion Sukabumi Heru Salam mengatakan setelah ditetapkannya kenaikan tarif KA itu, belum ada efeknya terhadap jumlah penumpang. Pada H+2 berlakunya tarif baru, kebanyakan calon penumpang masih menggunakan tiket yang dipesan sebelum harganya naik.

"Tiket yang digunakan sekarang tarifnya masih yang lama sehingga kami belum mengetahui efek dari kenaikan tarif tersebut," katanya.


Rosyid

Rosyid
05-09-2018 18:17