Main Menu

Terapkan B20, Tahun 2019 Pemerintah Hemat Hingga US$3,1Miliar

Birny Birdieni
05-09-2018 18:41

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (GATRA/Eva Agriana Ali/re1)

Jakarta, Gatra.com- Pemerintah menargetkan pada tahun 2019 mendatang akan ada penghematan devisa sebesar US$3,1 miliar dengan menerapkan kebijakan B20 yang berlaku mulai tanggal 1 September 2018. Adapun untuk penghematan hingga akhir tahun, angkanya bisa mencapai US$2,3 miliar.

 

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kalau perluasan B20 ini diharapkan akan mampu mengurangi impor BBM berjenis solar. Saat ini neraca perdagangan Indonesia defisit US$3,1 Milyar. 

"Itu neraca perdagangan ya, yang hanya ekspor impor saja. Bukan neraca transaksi perdagangan, kalo itu defisitnya jauh lebih besar lagi," kata Darmin di DPR, Rabu (5/9).

Perluasan B20 dilakukan, sebab tahun CPO mengalami surplus produksi dengan jumlah banyak. Pada kuartal I 2018, kinerja produksi minyak sawit Indonesia naik 24% menjadi 10,41 juta ton.

Adapun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignatius Jonan menambahkan bahwa penghematan itu termasuk juga pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dioperasikan oleh PLN. 

"Malah kami juga minta ke PLN dalam dua tahun agar PLTD yang kapasitas operasionalnya sudah rendah bisa diganti dengan 100% minyak kelapa sawit," ungkapnya.

Selain itu, ungkapnya, pemerintah juga akan menambah kuota ekspor batubara. Nah, menurutnya, jika kedua kebijakan tersebut berjalan mulus. Defisit neraca transaksi perdagangan yang saat ini mencapai 3,1 dari PDB, pada akhir tahun nanti bisa berkurang tinggal 2,6% hingga 2,7%. 

"Transaksi berjalan kita mengharapkan sudah bisa mulai turun, yang tadinya kuartal II sudah sampai minus 3 %, itu mulai tinggi.  Walaupun 2013 dan 2014 itu sempat 4,2% minusnya," pungkasnya. 

 


Reporter: M. Egi Fadliansyah

Editor: Birny Birdieni

 

 

Birny Birdieni
05-09-2018 18:41