Main Menu

BAZNAS Diapresiasi PBB, Gagas Pembiayaan Akses Listrik untuk Rakyat Miskin

Arif Prasetyo
05-09-2018 20:11

Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA.(Dok. BAZNAS/re1)

Jakarta, Gatra.com – Betapa bahagianya masyarakat di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, pada Rabu (5/9) hari ini. Betapa tidak, setelah 73 tahun Indonesia merdeka baru kali ini mereka bisa menikmati aliran listrik.

 

Sebelumnya, selama ini tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan ketika listrik belum tersedia di wilayah tersebut. Masyarakat desa melakuan proses persalinan terpaksa dilakukan dalam gelap gulita, anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilin, dan bahkan kesempatan untuk berwirausaha sangat kecil.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggagas model pembiayaan akses listrik untuk pengentasan kemiskinan agar masyarakat desa setempat mendapat aliran listrik. Caranya, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bersama kemitraan inklusif antara UNDP, EBTKE-ESDM, BAZNAS, sektor swasta (Bank Jambi) dan pemerintah.

PLTMH adalah pembangkit listrik skala kecil dengan menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air.

Inovasi program ini telah memberikan akses listrik kepada 4.448 orang dari 803 rumah tangga. Data dari Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa rasio elektrivikasi di Jambi adalah 91,40 % masih berada di bawah rasio nasional 95,35 % (hingga Desember 2017). Tanpa akses listrik yang menunjang ekonomi, pendidikan dan kesehatan, masyarakat menjadi semakin rentan terhadap kemiskinan.

Tak heran langkah BAZNAS ini mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNDP.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brojonegoro dalam pidato peresmian PLTMH mengatakan, inisiatif PLTMH Jambi berbasis dana zakat yang digagas BAZNAS ini, adalah salah satu wujud aplikasi nyata dari Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Tidak hanya memberikan akses listrik ke masyarakat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan nasional,” ucap Menteri PPN, Rabu (5/9).

Turut hadir dalam peresmian Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA; Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, MBA; Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar; Bupati Sarolangun, Cek Endra; Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkhaze; Technical Advisor UNDP, Ikhsan Modjo; dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad.

Juga tampak, anggota BAZNAS, Emmy Hamidiyah dan Nana Mintarti; Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang; Ketua BAZNAS Provinsi Jambi, Aminullah Amit, Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun serta pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jambi.

Secara khusus, tutur Bambang Brojonegoro, program ini turut serta meningkatkan akses energi bersih dan terjangkau (SDGs nomor 7), untuk mendukung pemberantasan kemiskinan (SDGs nomor 1) dan peningkatan kemakmuran masyarakat (SDGs nomor 1).

"Tidak hanya memberikan akses listrik ke masyarakat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan nasional,” ucap Menteri PPN.

Sementara, Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, menyebutkan, kerja sama UNDP, EBTKE-ESDM dengan dukungan BAZNAS melalui dana zakat dan Bank Jambi dengan dana CSR untuk pemenuhan akses listrik bagi fakir dan miskin dari kemiskinan, khususnya di Provinsi Jambi.

"BAZNAS turut berperan memerdekakan rakyat dari kegelapan," kata mantan Menteri Pendidikan Nasional ini.

Karena itu, imbuh Bambang, untuk membangun dan merevitalisasi PLTMH, BAZNAS mengalokasikan US$350.000 atau Rp 4,8 miliar dan ditambah dana CSR dari Bank Jambi sebesar US$281.357 (Rp 3,76 miliar).

"Dana ini dimanfaatkan untuk membangun satu PLTMH baru dan merevitaslisasi tiga unit pembangkit listrik untuk empat desa di Provinsi Jambi," ujar dia.

Bambang menjelaskan, sebelum pembangunan telah dilakukan persiapan intensif selama tujuh bulan. Termasuk pemilihan lokasi dan pelibatan semua pemangku kepentingan untuk memastikan penerima manfaat adalah fakir miskin dan yang paling membutuhkan (mustahik).

Di tempat yang sama, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen EBTKE-ESDM Noor Arifin Muhammad menuturkan, pembangunan ini merupakan inisiatif bersama dari masyarakat yang diimplementasikan melalui kerja sama pendanaan dari beberapa pihak.

"Pemerintah mengapresiasi dan sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya penyediaan tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT). Pembangunan baru dan revitalisasi PLTMH Jambi ini sejalan dengan cita-cita EBTKE-ESDM untuk mewujudkan ‘Energi Berkeadilan’ di Indonesia,” ucap Noor.

Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkazhe, menambahkan, pembangunan PLTMH sangat penting karena listrik yang masuk ke desa memberikan harapan dan kesempatan bagi warga untuk memperbaiki taraf kehidupannya.

*

Arif Prasetyo
05-09-2018 20:11