Main Menu

BPPT Uji Mesin Truk Dengan B20, Temukan Penyumbatan

Rosyid
05-09-2018 20:41

Bahan bakar B20 yang merupakan percampuran 80 persen solar minyak bumi dan 20 persen biodiesel yang berasal dari minyak sawit. (ANTARA/Calvin Basuki/re1)

Jakarta, Gatra.com – Agen Pemegang Merk (APM) kendaraan niaga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah menggunakan bahan bakar B20. Diantaranya adalah PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dan PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI).

 

 

HMSI, pemimpin pasar medium duty truck dalam 18 tahun terakhir ini, menegaskan bahwa mereka selalu memproduksi kendaraan yang sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang ada di masyarakat. Mulai dari B10, lanjut ke B15 sampai saat ini pemerintah mulai implementasi B20 atau perpaduan 20% minyak nabati dengan 80% solar.

Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI menjelaskan “Hino sejak awal B20 dicanangkan oleh pemerintah, sudah siap untuk menggunakan B20. Karena kendaraan yang Hino produksi selalu dilakukan pengembangan dan penyesuaian mengikuti kondisi yang ada di Indonesia. Untuk itu bagi customer setia Hino tidak perlu khawatir, karena Hino telah lulus uji dan siap menggunakan bahan bakar biodiesel 20% atau B20”.

Hino sejak tiga tahun yang lalu telah melakukan pengujian pada mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam/ hari.

Metode uji tersebut merupakan metode yang disarankan oleh prinsipal Hino di Jepang yaitu Hino Motors, Ltd. yang diklaim lebih memaksa mesin melakukan performa maksimal jika dibandingkan dengan road test atau kondisi pemakaian aktual di jalan.

Hasilnya untuk mesin Hino tidak ada fenomena yang membahayakan pada pengujian tersebut, hanya ada penyumbatan filter bahan bakar yang diakibatkan oleh glicerol dan selulosa hasil blending bahan bakar kelapa sawit dan solar, namun dengan kontrol dan perawatan yang benar akan dapat mencegah atau diminimalisir penyumbatan filter tersebut dan hasilnya mesin Hino telah lulus uji menggunakan bahan bakar biodiesel B20.

Hasil pengujian terhadap mesin berteknologi common rail yang memperoleh hasil memuaskan tersebut, secara otomatis membuktikan bahwa penggunaan biodiesel B20 tidak akan berpengaruh terhadap mesin berteknologi mekanikal. Hasil pengujian tersebut juga sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM sebagai salah satu bentuk komitmen Hino dalam mendukung kebijakan pemerintah.

DCVI, agen tunggal penjualan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia, menyatakan kesiapannya untuk ikut menerapkan regulasi baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia mengenai pencampuran 20% biodiesel kedalam bahan bakar regular, atau yang dikenal dengan kebijakan B20. Dengan ikut menerapkan kebijakan B20, DCVI ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan ketahanan energi dan pengurangan emisi demi kualitas udara yang lebih baik. Lebih lanjut, ditengah kenaikan harga bahan bakar saat ini, penggunaan biodiesel juga berpotensi mengurangi jumlah impor bahan bakar.

“Mercedes-Benz memiliki sejarah panjang di Indonesia. Pada lini bisnis kendaraan niaga, komitmen kami ditandai dengan perakitan Mercedes-Benz 911, yang juga dikenal dengan Mercy Bagong. Hari ini, komitmen kami diperkuat dengan ikut menerapkan kebijakan B20 pada truk dan bus Mercedes-Benz,” ungkap Markus Villinger, Presiden Direktur dan CEO DCVI lewat keterangan tertulis, Rabu (5/9).

Kesiapan truk dan bus Mercedes-Benz terhadap kebijakan B20 juga menandai komitmen DCVI terhadap pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan. “Truk dan Bus Mercedes-Benz diproduksi untuk memenuhi kebutuhan standar emisi Euro 3. Oleh karena itu, DCVI dengan percaya diri mengumumkan bahwa truk dan bus Mercedes-Benz telah siap untuk menerapkan kebijakan baru pemerintah mengenai BBM,” tutup Villinger.


Rosyid

Rosyid
05-09-2018 20:41