Main Menu

Tekan Defisit Neraca Transaksi, Mendag Atur Kembali Tata Niaga Tiga Barang Impor Ini

Aulia Putri Pandamsari
06-09-2018 00:51

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali mengatur mengenai tata niaga impor. Beberapa komoditi yang akan diatur adalah besi dan baja, minuman beralkohol, dan ban.

 

“Untuk itu maka kita rubah yang tadinya di post border akan kita kembalikan ke border, tapi melalui Pusat Logistik Berikat(PLB). Dalam waktu satu bulan ini akan kita berlakukan ke produk-produk itu melalui PLB,” terang Enggar pada konferensipers di Kementerian Keuangan, Rabu (5/9).

Selain itu, untuk mengurangi defisit transaksi berjalan yang disebabkan oleh tingginya pertumbuhan impor ketimbang pertumbuhan ekspor, Enggar menuturkan bila Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan mengenai pemberlakuan L/C atau letter of credit sebagai jaminan dari bank penerbit kepada eksportir sesuai dengan instruksi dari importer pada komoditas sumber daya alam.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan respon positifnya atas keputusan untuk merubah aturan pada besi dan baja. Hal ini, menurutnya sudah tepat dilakukan mengacu pada kasus penyalahgunaan impor besi dan baja. “Kemarin kan sempat ada kasus dimana carbon steel dialihkan ke alloy dengan penambahan boron. Jadi kita melakukan pencegahan, salah satunya melalui PLB supaya bisa termonitor,” ungkapnya.

Hari ini, pemerintah resmi merevisi kenaikan tariff pajak penghasilan(PPh) 22 pada 1147 barang impor. Kenaikan tersebut diharapkan dapat meredam pelemahan rupiah dan mengurangi defisit neraca transaksi berjalan yang mencapai US13,5 milyar pada Semester I tahun 2018.


Reporter: Aulia Putri Pandamsari

Editor: Birny Birdieni

Aulia Putri Pandamsari
06-09-2018 00:51