Main Menu

Nielsen : Konsumen Indonesia Paling Optimis di Dunia

Birny Birdieni
06-09-2018 06:22

Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin. (Dok.Nielsen Indonesia/RT)

Jakarta, Gatra.com- Hasil The Conference Board® Global Consumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen menyebutkan bahwa Konsumen Indonesia merupakan konsumen paling optimistis di dunia.

 

Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin menyebut Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia pada kuartal kedua 2018 berada dalam posisi stabil dengan angka 127 poin persentase (pp). "Sama seperti pada kuartal sebelumnya," katanya pada Press Briefing "Consumer Confidence Index Q2 2018", Rabu (5/9).

Riset ini juga mengungkapkan 10 negara teroptimistis, dimana posisi berikutnya ditempati Filipina (127), India (124), dan Amerika Serikat (123). Juga Vietnam (120), Denmark (118), dan Malaysia (117). Serta Uni Emirat Arab (116), Pakistan (115) dan Cina (113).

Agung menjelaskan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tersebut dipengaruhi oleh tiga indikator. Yakni Persepsi Konsumen akan Prospek Lapangan Kerja, Kondisi Keuangan Pribadi dan Keingina maupun Kesiapan Berbelanja.

"Untuk Indonesia, pada kuartal kedua ini ketiga faktor pendorong tersebut relatif stabil," ungkap Agung. Sebanyak 71% konsumen online Indonesia memiliki persepsi positif mengenai Prospek Lapangan Pekerjaan, sama seperti kuartal sebelumnya.

Lalu ada 63% konsumen menyatakan Ingin atau Siap untuk Berbelanja. "Sedikit meningkat dari 62% di kuartal pertama 2018," ujarnya. Sementara itu, 82% konsumen memiliki persepsi positif mengenai Kondisi Keuangan Pribadi mereka, menurun dari 85% di kuartal pertama 2018.

Secara global, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan tren yang sedikit menurun, terlihat dari turunnya IKK global sebesar 2 poin pada kuartal kedua 2018 menjadi 104 dari 106 di kuartal pertama. "Ini adalah pertama kalinya indeks menurun dalam dua setengah tahun," kata Agung menegaskan.

Sebagai informasi, survei ini dilaksanakan pada 10-28 Mei 2018 dan kepada lebih dari 32.000 konsumen online di 64 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Tengah Timur atau Afrika dan Amerika Utara.

Sampel probabilitas ukuran setara memiliki margin kesalahan ± 0,6% di tingkat global. Survei ini hanya berdasarkan pada perilaku responden dengan akses online.

Tingkat penetrasi internet bervariasi menurut negara. The Conference Board menggunakan standar pelaporan minimum 60% penetrasi internet atau populasi online 10 juta untuk disertakan dalam survei.

The Conference Board merupakan anggota bisnis global yang independen dan asosiasi penelitian yang bekerja pada keterkaitan publik. Sebuah perusahaan entitas bukan-untuk-laba, memegang 501 status bebas pajak di Amerika Serikat.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
06-09-2018 06:22