Main Menu

Nielsen : Kekhawatiran Konsumen akan Terorisme Meningkat Tajam

Birny Birdieni
06-09-2018 07:12

Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin. (Dok.Nielsen Indonesia/RT)

Jakarta, Gatra.com- Meski hasil The Conference Board® Global Consumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen menyebut Konsumen Indonesia paling optimistis di dunia pada kuartal kedua 2018 ini, namun kekhawatiran akan Terorisme meningkat tajam dibandingkan kuartal pertama tahun ini.

 

Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin mengatakan angka itu meningkat jauh dimana di kuartal pertama mencapai 12% menjadi 31% pada kuartal kedua ini.

Pada kuartal kedua tahun ini, keadaan Ekonomi, Terorisme, dan Stabilitas Politik menjadi tiga  hal kekhawatiran teratas utama konsumen Indonesia. Namun persentase untuk kondisi Ekonomi hanya sedikit meningkat dari 30% di kuartal pertama 2018 lalu menjadi menjadi 32%.

"Sementara untuk kekhawatiran akan Stabilitas Politik tetap di angka 20%, sama seperti kuartal sebelumnya," katanya dalam Press Briefing "Consumer Confidence Index Q2 2018", Rabu (5/9).

Menurut Agung, Di kuartal kedua 2018 ini konsumen lebih banyak memilih menabung sebagai pilihan utama sebagai dana cadangan mereka. Dimana angka persentasenya ada sebanyak 66% konsumen.

Nah angka ini meningkat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 65%. Sedangkan 46% memilih untuk menggunakannya untuk Berlibur. Lalu 31% memilih untuk Membeli Produk Teknologi Baru.

Sebagai informasi, survei ini dilaksanakan pada 10-28 Mei 2018 dan kepada lebih dari 32.000 konsumen online di 64 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Tengah Timur atau Afrika dan Amerika Utara.

Sampel probabilitas ukuran setara memiliki margin kesalahan ± 0,6% di tingkat global. Survei ini hanya berdasarkan pada perilaku responden dengan akses online.

Tingkat penetrasi internet bervariasi menurut negara. The Conference Board menggunakan standar pelaporan minimum 60% penetrasi internet atau populasi online 10 juta untuk disertakan dalam survei.

The Conference Board merupakan anggota bisnis global yang independen dan asosiasi penelitian yang bekerja pada keterkaitan publik. Sebuah perusahaan entitas bukan-untuk-laba, memegang 501 status bebas pajak di Amerika Serikat.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
06-09-2018 07:12