Main Menu

Dinamika Rupiah Tak Pasti Dinilai Akan Ganggu Postur APBN

Birny Birdieni
06-09-2018 08:00

Pengamat ekonomi dari Universitas Atmajaya, Agustinus Prasetyantoko. (Dok.Univ.Atma Jaya/RT)

Jakarta, Gatra.com- Pengamat ekonomi dari Universitas Atmajaya, Agustinus Prasetyantoko mengatakan bahwa dinamika gejolak rupiah yang tidak pasti akan mengganggu postur Anggaran Pembelanjaan Barang Negara (APBN).

 

"Jika dinamika rupiah tidak selesai, maka akan ganggu. Termasuk dinamis RAPBN 2019 juga bergantung ini. Potensi pertumbuhan pun tidak maksimal," kata Prasetyantoko di Jakarta, Rabu (5/9)

Nah efek dari kondisi itu, maka dunia usaha akan mengerem konsumsi belanjanya. Karena itu, Rektor Universitas Atmajaya itu menyebut bahwa pemerintah harus melakukan stimulus untuk meningkatkan konsumsi.

"Jika infrastruktur jalan dan infrastruktur swasta terus, maka currency bisa naik," ungkap Prasetyantoko. Jalan yang harus dilakukan adalah perbaiki kualitas pertumbuhan.

Dalam pengamatan Prasetyantoko, RAPBN 2019 telah memenuhi asumsi tadi, yakni penguatan dari sisi konsumsi. Dirjen Anggaran Askolani mengatakan bahwa berbagai bentuk bantuan diberikan pemerintah.

"Seperti bantuan orang penghasilan menengah kebawah. Ada juga bantuan pangan non tunai. Kalau dulu subsidi beras," kata Askolani menjelaskan.

Selama ini, lanjut Askolani, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang ditopang konsumsi. "Tapi kita tidak sebatas kasih bantuan saja. Ada juga kail untuk lengusaha kecil. Seperti dana bergulir atau padat karya tunai misalnya," tuturnya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, UMKM menjadi pondasi kegiatan ekonomi Indonesia. Termasuk saat ekonomi melambat, usaha kecil yang bertahan akan gejolak ekonomi global.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
06-09-2018 08:00