Main Menu

Pembangkit Listrik Mikro Hidro jadi Proyek Perdana Pendanaan Blended Finance

Flora Librayanti BR K
06-09-2018 23:34

Revitalisasi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Provinsi Jambi.(GATRA/Flora/re1)

Lubuk Bangkar, Gatra.com – Salah satu pembiayaan infrastruktur yang kerap disuarakan pemerintah adalah pembiayaan campuran (blended finance). Program ini pun akhirnya terwujud melalui proyek perdana yakni revitalisasi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di empat titik di Provinsi Jambi.

 

Blended finance adalah campuran dari berbagai macam sumber keuangan. Pada proyek ini kita bisa lihat ada zakat yang merupakan sumber dana dari komitmen umat, lalu dana hibah internasional yang menunjukkan komitmen global, ditambah dana CSR Bank Jambi sebagai komitmen dari lokal. Perpaduan indah ini memberi manfaat bagi masyarakat di Jambi,” sebut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro ketika meresmikan PLTMH Lubuk Bangkar, Jambi Rabu (5/9).

Tiga PLTMH yang direvitalisasi berlokasi di Desa Air Liki, Air Liki Baru, dan Ngaol di Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin. Lalu satu PLTMH yang dibangun baru berlokasi di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asal, Kabupaten Sarolangun. Proyek ini adalah hasil kerja sama Badan PBB untuk Pembangunan (United Nations Development Programme, UNDP), Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Bank Jambi.

“Ini akan jadi role model. Proyek ini diharapkan ditiru tak hanya oleh daerah lain di Jambi, tapi juga di seluruh Indonesia,” tegas Bambang.

UNDP sendiri menyampaikan apresiasinya karena melalui proyek ini, terbukti sejumlah pihak berbeda bisa bekerja bersama untuk mencapai satu target yang sama. “Tantangan (ekonomi) makin kompleks dan butuh solusi yang kompleks pula. Solusi dari tidak hanya satu pihak, tapi kerja sama banyak pihak,” sebut Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkhaze.

Baznas mengalokasikan dana sebanyak US$350.000 atau Rp4,8 miliar serta ditambah dana CSR dari Bank Jambi sebesar US$281.357 (Rp3,76 miliar). Program ini memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga.

“Rasio Desa Terlistriki di Jambi mencapai 94,49 %. Jika dikaitkan dengan jumlah rumah tangga yang telah mendapat akses listrik, dari total 886. 600 rumah tangga yang ada, masih terdapat 39.578 atau 4,45 % rumah tangga yang belum mendapat akses listrik,” sebut Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar di tempat yang sama.

Bambang sendiri melihat PLTMH ini punya dampak lebih jauh yakni terkait lingkungan. Mengingat sumber energi utama listriknya adalah air, maka masyarakat tentu akan terdorong untuk menjaga lingkungan. Bagaimana warga bisa menjaga kualitas lingkungan dari air. Memang air adalah energi terbarukan, namun kalau tidak ditangani dengan benar, saat ada pencemaran, maka sumber daya air itu tentu tak akan bisa terjaga.



Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
06-09-2018 23:34