Main Menu

Waspadai Tawaran Investasi dan Umrah dari 10 Perusahaan Ini

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 10:17

Jamaah Haji (GATRA/Agriana Ali/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi ungkapkan sepuluh nama entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin pihak berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

 

“Penawaran dari 10 investasi ilegal ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Dampaknya bisa berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan karena pelaku memanfaatkan kekurangpahaman sebagian anggota masyarakat terhadap investasi dengan menawarkan imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar,” sebut Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing di Jakarta, Jumat (7/9).

Nama-nama entitas bermasalah tersebut adalah : PT Investasi Asia Future, PT Reksa Visitindo Indonesia, PT Indotama Future, PT Recycle Tronic, dan MIA Fintech FX. Kelimanya adalah pialang berjangka tanpa izin. Lalu ada pula PT Berlian Internasional Teknologi dan PT Dobel Network Internasional (Saverion) yang melakukan penjualan produk secara multi level marketing (MLM) tanpa izin.

Selain itu ada pula PT Aurum Karya Indonesia yang menjual emas dengan sistem digital. Lalu satu perusahaan travel Umrah tanpa izin, Zain Tour and Travel. Serta satu lagi merupakan Undianwhatsapp2018.blogspot/PT.WhatsappIndonesia yang melakukan penipuan dengan modus undian berhadiah.

“Satgas telah melakukan analisis terhadap kegiatan usaha entitas tersebut dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku menyatakan bahwa entitas tersebut harus menghentikan kegiatannya” sebut Tongam.

Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima.

Di luar itu, terdapat satu entitas yang telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Raja Walet Indonesia. PT Raja Walet Indonesia telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing.

“Sebelum melakukan investasi, pastikan kalau pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan,” kata Tongam mengingatkan.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar tak lupa memastikan pihak yang menawarkan produk investasi tersebut memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar. Serta tak lupa untuk memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya, harus telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id,” tutup Tongam.


 

Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 10:17