Main Menu

Indonesia Targetkan Perolehan Investasi Manufaktur Lewat Kunjungan Jokowi ke Korsel

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 13:02

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Indonesia dan Korea Selatan berpotensi untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, terutama peningkatan investasi sektor industri manufaktur. Peluang kolaborasi kedua negara ini akan terealisasi dalam rangkaian agenda kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Negeri Ginseng tersebut pada 10-11 September 2018.

 

“Lawatan tersebut sebagai kunjungan balasan Presiden Korsel Moon Jae–in ke Indonesia pada 2017 lalu. Saat itu, Pemerintah Indonesia dan Korsel telah sepakat membuat payung kerja sama dalam upaya mempercepat pengembangan sektor industri potensial di antara kedua negara,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (7/9).

Menurut Menperin, komitmen bilateral sudah ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel Paik Un-gyu di Istana Bogor, 9 November 2017 silam.

“Langah sinergi itu antara lain meliputi kebijakan industri, peningkatan investasi, dan transfer teknologi yang diharapkan mampu mendorong perekonomian yang saling menguntungkan untuk kedua negara,” sebutnya. Dijadwalkan, Menperin akan mendampingi Presiden Jokowi di Korsel.

Airlangga menjelaskan, kemitraan strategis RI-Korsel yang segera diakselerasi adalah pengembangan industri manufaktur guna memacu daya saing dan produktivitasnya. Beberapa sektor potensial itu, diantaranya industri logam, otomotif, kimia, perkapalan, elektronik, serta industri kecil dan menengah.

Sebagian sektor manufaktur tersebut merupakan prioritas di roadmap Making Indonesia 4.0, yang ditargetkan bisa menjadi pionir dalam mengimplementasikan revolusi industri 4.0 di Tanah Air. Selain itu, adanya kerja sama perusahaan RI-Korsel diharapkan dapat memperdalam struktur industri manufaktur nasional.

Menperin menyampaikan, pihaknya aktif mendorong realisasi investasi dari para pelaku industri Korsel yang telah berkomitmen ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Saat ini, nilai investasi Korsel terus meningkat sehingga menempati peringkat keempat terbesar di Indonesia.


Reporter: Didi Kurniawan


Editor: Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 13:02