Main Menu

Investasi Miliaran Dolar, Korsel Tempati Posisi Keempat Terbesar di Indonesia

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 13:37

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Nilai investasi Korsel terus meningkat sehingga menempati peringkat keempat terbesar di Indonesia.

 

Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan hingga pertengahan tahun ini, nilai investasi Korsel di Indonesia telah mencapai US$1,15 miliar, sementara pada 2017 sebesar US$2,2 miliar. Sedangkan, neraca perdagangan Indonesia dengan Korsel sepanjang tahun lau mengalami surplus sebesar US$78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai US$16 miliar.

“Kita berpotensi untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, terutama peningkatan investasi sektor industri manufaktur,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (7/9). Peluang kolaborasi kedua negara ini akan terealisasi dalam rangkaian agenda kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Negeri Ginseng tersebut pada 10-11 September 2018.

Beberapa sektor potensial itu, diantaranya industri logam, otomotif, kimia, perkapalan, elektronik, serta industri kecil dan menengah (IKM). Sebagian sektor manufaktur tersebut merupakan prioritas di roadmap Making Indonesia 4.0, yang ditargetkan bisa menjadi pionir dalam mengimplementasikan revolusi industri 4.0 di Tanah Air.

Misalnya, Lotte Chemical Titan yang akan berinvestasi sebesar US$3,5 miliar di Cilegon, Banten untuk memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak dua juta ton per tahun. Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene, dan produk turunan lain, sehingga nantinya Indonesia tidak perlu lagi impor. Rencananya, proyek ini akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 9.000 orang.

Investasi manufaktur lain dari Korsel yang menunjukkan kemajuan cukup baik yakni Pohang Iron Steel Company (Posco) yang bekerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk untuk mengembangkan lini baru produk baja melalui anak usahanya, PT Krakatau Posco.

“Krakatau Posco akan bekerja sama dengan Nippon Steel untuk membangun pabrik penghasil cold rolling mill, karena end user-nya banyak dari Jepang seperti sektor otomotif. Target 2019 sudah dimulai,” sebut Airlangga. Perusahaan ini pun tengah mempercepat pembangunan proyek klaster 10 juta ton baja di Cilegon yang diperkirakan tercapai pada 2025.

Di sektor otomotif, Kementerian Perindustrian juga telah mendorong Hyundai Motor Corporation (HMC) agar meningkatkan investasinya di Indonesia. “Kami sudah merekomendasikan jika pihak HMC ingin berinvestasi di Indonesia, dapat mencari strategi yang berbeda dengan para pesaingnya, sebagai contoh adalah mengisi pasar sedan,” ungkap Airlangga. Apalagi, Kemenperin tengah memacu produksi sedan bagi pasar ekspor seiring upaya terhadap penurunan PPnBM untuk sedan.

RI-Korsel pun berkomitmen untuk mendukung aktivitas dan pengembangan IKM. Pasalnya, sektor ini berpotensi menggerakkan perekonomian nasional. Upaya yang telah diakukan kedua negara adalah kerja sama di sektor industri kreatif, salah satunya melalui kegiatan Korean Creative Content Agency di Jakarta.


 

Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 13:37