Main Menu

PROJO Nilai Pernyataan Anggota DPR Soal Kenaikan BBM Perkeruh Suasana

Iwan Sutiawan
09-09-2018 15:51

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi. (Dok. Projo/re1)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Pro Jokowi (PROJO) menilai pernyataan anggota Komisi VII DPR RI yang menilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) karena tidak menaikkan harga BBM sehingga memperlemah nilai tukar Rupiah merupakan pandangan menggelikan.

 

Budi, Minggu (9/9), menanggapi pandangan legislator dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) itu karena menurutnya menaikkan harga BBM bukanlah solusi tepat. "Untuk apa menaikkan BBM? Mau buat panas suasana?" katanya.

Selain itu, lanjut Budi, sikap anggota Komisi VIII DPR dari F-PG menyerang kebijakan pemerintah tentang akuisisi saham PT Freeport Indonesia sangat memalukan. "Apa masih enggak percaya bahwa Pemerintahan Jokowi bersih dan bebas kepentingan?" ujarnya.

Menurut Budi, anggota Komisi VII DPR RI dari F-PG yang menilai bahwa asumsi-asumsi APBN yang disampaikan dalam Nota Keuangan yang dibacakan Presiden itu dasarnya tidak jelas karena itu masukan dari ESDM adalah Maman Abdurrachman yang merupakan mantan staf khusus Idrus Marham sewaktu sebagai Mensos.

Yang bersangkutan, lanjut Budi, berada di rumah dinas Idurs Marham saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Eni Maulani Saragih selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR RI di sana. Selain Maman, kolega F-PG yang lain adalah Gandung Pardiman.

"Katanya partai pendukung. Kok dua kaki? Apa ada kepentingan tertentu? Janganlah bersikap yang memperkeruh suasana," imbau Budi.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
09-09-2018 15:51