Main Menu

Darmin: Fundamental Ekonomi Indonesia Sangat Baik

Bernadetta Febriana
09-09-2018 18:15

Darmin Nasution dalam acara dialog yang bertajuk RISING Business Forum di Singapore Business Federation (SBF).(Dok. KBRI Singapura/re1)

Singapura, Gatra.com – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit neraca berjalan.

 

Pernyataan ini disampaikan Darmin di depan beberapa CEO perusahaan terkemuka Singapura dan internasional dalam acara dialog yg bertajuk RISING Business Forum di Singapore Business Federation (SBF), Jumat (7/9) lalu di Singapura. Kegiatan yg diselenggarakan KBRI Singapura, KADIN Komite Singapura dan SBF menghadirkan 30 CEO perusahaan terkemuka yang telah berinvestasi dan dalam proses mengembangkan investasinya ke Indonesia.

Sebagai upaya untuk meyakinkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia, Darmin menjelaskan situasi terkini perekonomian Indonesia, termasuk situasi perkembangan nilai tukar mata uang. “Seperti mata uang negara lainnya, Rupiah juga mengalami depresiasi terhadap mata uang dollar AS,” katanya.

Namun demikian, dipastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan pemerintah juga telah mengambil langkah2 untuk mengurangi defisit neraca berjalan. “Indonesia telah berhasil memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, meningkatkan investasi, dan terus memperbaiki ease of doing business, meningkatkan daya saing Indonesia, termasuk mempermudah perijinan melalui On-Line Single Submission,” ujar Darmin.

Meskipun keadaan perekonomian global sedang mengalami ketidak-pastian, namun Indonesia justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Human Development Index (HDI), dan menurunkan angka kemiskinan dan lain-lain.

Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan investasi asing, skema tax holiday yang lebih mudah difasilitasi melalui OSS juga diberikan kepada industri perintis di Indonesia. “Pengembangan Special Economic Zones juga sebaga upaya untuk menarik investasi ke Indonesia,” katanya.

Darmin mengakui bahwa berbagai ketidakpastian di dunia seperti ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok, kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS dan kenaikan harga minyak memberikan tantangan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dunia serta memberikan dampak bagi perekonomian negara seperti Indonesia.

“Kami juga telah membahas status proyek strategis nasional dan penundaan yang dilakukan untuk mengurangi tekanan kepada mata uang rupiah,”ujar Darmin.

Pertemuan dan pembahasan antara Darmin dengan beberapa investor yang terpilih menghasilkan kesepakatan bahwa berbagai langkah kebijakan Pemerintah RI disambut baik oleh para investor besar yang berjangka panjang. Kabar gembiranya, para investor telah menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah RI baik dari segi perekonomian fiskal maupun moneter memperkuat komitmen mereka untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.


Bernadetta Febriana

 

 

 

Bernadetta Febriana
09-09-2018 18:15