Main Menu

Begini Efek Positif Pelemahan Rupiah Versi Sri Mulyani 

Mukhlison Sri Widodo
10-09-2018 17:36

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA/Hafidz Mubarak A/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, meski pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bikin banyak pihak ketar-ketir, ia melihat ada beberapa efek positif dari kejadian ini. Menurutnya setiap pelemahan Rp 100 per US$1 menyumbang penerimaan Rp 4,7 triliun ke negara dan kenaikan belanja sebesar Rp 3,1 triliun. 

 

"Jadi kenaikan penerimaan lebih tinggi dari belanja sehingga total balance nya adalah positif Rp 1,6 triliun," ujarnya.

Pernyatan Sri Mulyani dilontarkan untuk menjawab pertanyaan Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng terkait pengaruh fluktuasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR Senin (10/9) pagi. 

Rapat ini guna membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. 

Sri Mulyani menambahkan, penerimaan negara sampai 31 Agustus 2018 mengalami kenaikan sebesar 18,4% selaras dengan kenaikan dari sektor pajak 16,5%.

“Tax growth posisi Agustus tahun lalu hanya tumbuh 9,5% sekarang tumbuh 16,5 persen," jelasnya.

Sementara itu kenaikan juga terlihat dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hal ini dipengaruhi oleh harga komoditas yang terus membaik. 

Hingga 31 Agustus PNBP tumbuh 24,3%. Angka ini, naik dibanding tahun lalu dari 20,2%.

Total defisit APBN sampai Agustus 2018 menembus angka 150 triliun. Jika dibanding tahun lalu angka ini lebih rendah karena tahun lalu mencapai 220 triliun. 

"Pemerintah akan terus menjaga defisit tetap berada pada target yang ditetapkan dalam APBN 2018," ujarnya.


Umaya Khusniah

Mukhlison Sri Widodo
10-09-2018 17:36