Main Menu

Rempah Indonesia Kini Dinikmati Hingga Mesir

Bernadetta Febriana
10-09-2018 18:10

Penandatangan kontrak antara PT Eshan Agroindo Mulia dengan perusahaan Al Tawfick & Al Karam Import & Export di KBRI Kairo, Mesir.(Dok. KBRI Kairo/re1)

Kairo, Gatra.com - Rempah Indonesia makin diminati oleh negara Mesir. Negara ini bahkan siap menjadi hub untuk produk rempah Indonesia ke Afrika. 

 


Hasil rempah-rempah dari Indonesia khususnya buah pala dan cengkeh adalah yang paling diminati pasar Mesir. PT Eshan Agroindo Mulia, perusahaan asal Indonesia, melakukan perjanjian dagang dan membukukan kontrak pengiriman 28  ton buah pala ke Mesir. Nominal kontrak pembelian mencapai USD 163.100 (sekitar Rp 2,4 miliar).

 


Penandatangan kontrak pembelian antara PT Eshan Agroindo Mulia dengan perusahaan Mesir, Al Tawfick & Al Karam Import & Export di KBRI Kairo, Mesir, Minggu (9/9) sore. Selain ekspor buah pala, kontrak ini juga membukukan pembelian 15 ton cengkeh asal Indonesia senilai USD 99.000 (sekitar Rp 1,46 miliar). 

 


Turut menyaksikan penandatanganan kontrak tersebut yakni Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi dan Atase Perdagangan KBRI Cairo, Burman Rahman.

 


Penandatanganan kontrak pembelian rempah Indonesia ini merupakan lanjutan dari kesepakatan serupa yang diteken pada Maret 2018 lalu. Kala itu, kontrak pembelian komoditas 17 ton buah pala mencapai USD 105.400.

  

Perwakilan Al Tawfick & Al Karam, Amir Karam mengaku pihaknya senang berbisnis dengan perusahaan Indonesia. Sebab, kualitas komoditas rempah di Indonesia digemari masyakat Mesir. “Kami bahkan sampai melakukan reekspor komoditas RI ke sejumlah negara tetangga seperti Sudan, Maroko dan Tunisia,” ujar Amir.

 


Amir menambahkan perusahaannya berkeinginan untuk menambah jenis komoditas impor dari Indonesia yakni kayu manis. Karena itu, dirinya dalam waktu dekat berencana mengunjungi Indonesia untuk mencari penyuplai kayu manis. “Kalau ada harga yang cocok, kami mau langsung beli,” ujarnya. 

 


Usai penandatanganan, Helmy mengungkapkan permintaan komoditas rempah Indonesia di pasar Mesir cukup tinggi dan terus meningkat. Apalagi, Mesir dapat berperan sebagai hub bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Afrika. 

 


“Penandatanganan kontrak pembelian komoditas Indonesia ini semakin meyakinkan bahwa produk kita sangat kompetitif dan mampu menembus pasar Afrika,” tegas Helmy.

 


Data yang dilansir Badan Statistik Mesir (CAPMAS) menunjukkan total perdagangan Mesir dengan Indonesia pada periode Mei 2018 tercatat sebesar USD 498.118.766. Angka ini naik 3,23% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 482.545.412.  

 


Sementara itu, ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Mei 2018 mencapai USD 463.072.406 atau naik sebesar 5,46% dibanding periode yang sama pada tahun 2017 sebesar USD 439,079,927. Sedangkan impor Indonesia dari Mesir selama periode Mei 2018 mengalami penurunan sebanyak 19,37% dari USD 43,465,485 (2017) menjadi USD 35,046,360 (2018).


Bernadetta Febriana 

Bernadetta Febriana
10-09-2018 18:10