Main Menu

Anggrek Bulan Siap Ramaikan Pasar Ekspor

Umaya Khusniah
12-09-2018 00:07

Perawatan anggrek bulan (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Anggrek Bulan (butefly orchid) tak hanya cantik dipandang. Tanaman bunga warna putih ini ternyata juga punya nilai ekonomi tinggi di pasar ekspor.

 

 

Untuk mengetahui langsung potensi budidaya dan prospek bisnis bunga ini, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi melakukan kunjungan ke kebun bunga PT Ekakarya Graha Flora di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/9).

Di area ini, menurut salah satu pegawai PT Ekakarya, Cucu, lebih dari 10 varietas anggrek bulan dikembangkan di Desa Titisan, Sukalarang, Sukabumi ini. Misalnya Anggrek merah, anggrek putih lidah merah, anggrek lidah kuning, black jack, sakura, putih spot merah dan black jack kupu-kupu. Varietas tersebut lanjut Cucu, merupakan hasil kawin silang, meski bibitnya ada yang impor.

Produk-produk Ekakarya didistribusikan dalam dua bentuk, yang sudah dirangkai maupun yang belum dirangkai. Tujuannya ke wilayah Jakarta, daerah penyangga Ibu Kota dan Bali. Selain itu bunga ini juga diekspor ke Singapura saat tumbuh bakal bunga 25 sentimeter.

Jumlah Anggrek Bulan yang sudah dirangkai bisa mencapai 400 batang per hari kearea Jabodetabek. Sementara yang belum dirangkai, mencapai 2.500 batang perhari.

Tanaman yang tidak menggunakan pot dobanderol harga 138 ribu perhari. Sementara tanaman yang menggunakan kemasan pot keramik, dibanderol 295 ribu per tangkai.

Suwandi mengaku salut dengan hasi budidaya anggrek bulan ini. Ia salut pada masyarakat yang jeli melihat potensi. Tak hanya itu, perusahan ini juga menjadi inspirasi bagi pengusaha pertanian, khususnya tanaman hias. Ia yakin peluang bisnis florikultura cukup terbuka.

Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk budi daya tanaman hias, karena peluamg ekspornya. "Kami sebagai regulator dan fasilitator, pasti siap membantu untuk perizinan dan lainnya," tambahnya.

 


Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
12-09-2018 00:07