Main Menu

YLKI Desak OJK Tutup Perusahaan Fintech Yang Teror Nasabah

Abdul Rozak
12-09-2018 09:06

Fintech. (shutterstock_659241655/RT)

Jakarta, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didesak segara menutup perusahaan financial technology (fintech) yang melakukan teror terhadap konsumen. Yayasan Lembaga Keuangan Indonesia (YLKI) mencatat pengaduan konsumen korban teror terus bertambah setiap harinya.

 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan konsumen yang terjebak kredit online fintech semakin banyak. YLKI telah menerima 100 pengaduan konsumen korban fintech berupa teror, denda harian dan atau bunga/komisi yang setinggi langit.  "Kami mendesak OJK segera menutup / memblokir perusahaan fintek yang terbukti melakukan pelanggaran hak-hak konsumen, baik secara perdata atau pidana. Bisa itu pelanggaran itu teror fisik by phone /whatsapp / sms," kata Tulus dalam keterangan pers, Rabu (12/9).

Pelanggaran yang dilakukan perusahaan fintech bisa juga berupa berupa pengenaan denda harian yang sangat tinggi, misalnya Rp 50.000 per hari atau komisi sebesar 62% dari hutang pokoknya. Dan hal itu adalah bentuk pemerasan kepada konsumen.

Tulus menambahkan YLKI juga mendesak OJK untuk segera memblokir perusahaan fintech yang tidak mempunyai izin (ilegal). Dari lebih 300 perusahaan fintech, hanya 64 perusahaan yang mengantongi izin OJK. "Kondisi ini menunjukkan OJK sangat lemah dan atau tidak serius dalam pengawasan," tutup Tulus.


Reporter: Abdul Rozak

Editor: Rosyid

Abdul Rozak
12-09-2018 09:06