Main Menu

Ketua DPR: Kendala Pemanfaatan Energi Terbarukan Karena Masalah Investasi

Hidayat Adhiningrat P.
12-09-2018 17:36

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) di acara World Parliamentary Forum on sustainable development, Kuta,Bali (GATRA/Hidayat Adhiningrat P/RT)

Denpasar, Gatra.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa minimnya pemanfaatan energi terbarukan terjadi karena tingginya biaya investasi pada sektor energi terbarukan yang tidak sebanding dengan energi fosil. Itulah kenapa di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, proyek energi terbarukan terkesan mandek.

 

Keadaan ini berbeda apa yang terjadi di negara-negara maju yang mau menggelontorkan investasi besar untuk proyek energi terbarukan. Program energi terbarukan jadi bisa lebih berkembang di sana.

"Pada tahun 2017, dalam International Renewable Energy Agency (IRENA) Forum yang berlangsung di Abu Dhabi disebutkan bahwa dalam 10 tahun belakang ini investasi pengembangan energi terbarukan naik pesat. Data terakhir di 2015 tercatat investasi EBT (Energi Baru Terbarukan) sebesar USD 305 miliar, naik dari 2014 sebesar USD 270 miliar, dan 2013 sebesar USD 231 miliar,” kata Bamsoet di sela-sela acara 2nd World Parlimentary Forum on Sustainable Development, Kuta, Bali, Rabu (12/9).

World Parlimentary Forum on Sustainable Development sendiri dihadiri oleh 45 negara. Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari Paris Agreement yang disepakati pada tahun 2015 tentang Perubahan Cuaca.

Bambang berharap pertemuan ini bisa menciptakan jalinan kerja sama lebih luas di bidang pengembangan energi berkelanjutan antar negara. Ujungnya, bisa mengubah pandangan masyarakat agar mau beralih dari energi fosil ke energi terbarukan.

“Harapannya adalah energi baru dan terbarukan dapat menjamin penyediaan energi dengan harga yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan ramah terhadap lingkungan,” kata Bambang.

Indonesia sendiri, lanjut Bamsoet, memiliki potensi yang cukup besar untuk energi terbarukan (renewable energy). Namun sayang, potensi yang cukup besar tersebut baru sedikit yang dimanfaatkan.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
12-09-2018 17:36