Main Menu

Pasar Konstruksi Meningkat, Industri Beton Pracetak Ikut Terdongkrak

Aries Kelana
12-09-2018 19:00

Ilustrasi - Penggunaan beton pracetak pada bangunan. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com -- Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas industri beton pracetak dan prategang nasional menjadi 50% hingga 2019. Ini karena sumbangan pasar konstruksi Indonesia cukup besar, bahkan terbesar di ASEAN (Association of South East Asian Nations). Besarnya sumbangannya adalah 60-70% dari total pasar di wilayah ini. Sedangkan konstruksi beton menyumbang 40% bahan bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. 

 

Itu terungkap dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (12/9). Niekke W Budiman - Senior Event Manager, PT UBM Pameran Niaga Indonesia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar konstruksi yang terus berkembang.

“Kami melihat teknologi beton seperti pra cetak perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, sehingga teknologi beton terkini dapat dikuasai tenaga ahli konstruksi Indonesia untuk membantu peningkatan kapasitas konstruksi Indonesia bisa mendukung pembangunan,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima Gatra.com.

Lebih lanjut Niekke bilang, permintaan beton, khususnya beton pracetak nasional pada saat ini telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan. Karena itu, sudah saatnya kapasitas industri beton pracetak terus ditingkatkan.

Memang, berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), kapasitas produksi beton pracetak setiap tahun menunjukkan tren peningkatan. Jika pada 2015 kapasitas produksi beton pracetak nasional tercatat 25,30 juta ton, tahun berikutnya naik menjadi 26,70 juta ton. Bahkan, pada tahun tahun lalu angkanya melonjak menjadi 35 juta ton.

Teknologi beton pracetak di Indonesia sudah digunakan di pelbagai proyek infrastruktur, antara lain, pada proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Proyek LRT saat ini sedang dikembangkan di Jakarta, yang bertujuan untuk menciptakan moda transportasi cepat di daerah dan mengurangi kemacetan lalu lintas. “Pengembangan LRT di wilayah Jabodetabek akan menjadi proyek yang berkembang cepat karena menggunakan teknologi beton pracetak untuk membangun pilar dan girder,” kata Niekke.

Sementara itu, Ki Syahgolang Permata, Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk mengutarakan, proyek LRT ini merupakan sebuah inovasi baru karena menggunakan U-Shape Girder untuk pertama kalinya di Indonesia. “Pengembangan LRT Jabodebek menggunakan beton pracetak U-Shape girder, cocok untuk digunakan di negara ini mengingat terbatasnya ruang yang tersisa untuk membangun jalur LRT,” tuturnya.

Beton precursor bentuk-U menggunakan skema biaya dan waktu yang efisien. Dengan teknologi beton pracetak yang baik, proses pengembangan proyek dapat berjalan cepat dan pembiayaan bisa efisien. “Sekarang pembangunan LRT Jabodebek trase Cawang-Cibubur telah sampai pada tahap pemasangan rel,” katanya lagi.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
12-09-2018 19:00