Main Menu

Gejolak Pasar Pasca Pernyataan Trump, Investor Masih Menunggu Respon Cina

Flora Librayanti BR K
19-09-2018 06:59

Ilustrasi - Perang dagang AS vs Cina (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memutuskan untuk melanjutkan rencana dia memberlakukan tarif 10% pada US$200 miliar produk impor Cina per pekan mendatang.

 

“Langkah Trump ini jelas sekali menunjukkan niatannya membawa perang dagang dengan Cina ke level berikutnya,” sebut Chief Market Strategist ForexTime (FXTM), Hussein Sayed di Jakarta, Selasa (18/9).

Konfrontasi ini diduga akan berjalan lebih panjang dari pada anggapan semula. “Tak diragukan lagi, ekonomi Cina akan mulai merosot ketika nanti AS memberlakukan tarif tersebut pada hampir setengah dari total impor Cina,” tambahnya.

Dengan demikian, bisa diduga akan terjadi kebijakan-kebijakan moneter dan fiskal yang lebih agresif untuk meredam dampak perang dagang ini. Bagaimanapun, masih tak jelas apakah ekonomi internal AS sendiri akan terdampak negatif akibat kebijakan tersebut. Satu hal yang pasti, biaya yang harus dikeluarkan korporasi dan konsumen akan meningkat pada bulan-bulan mendatang.

Hussein menyebut kalau hal yang menarik untuk diamati, dampak pernyataan perang dagang tersebut seolah tak langsung terasa di pasar keuangan. Meski sebagian besar saham di Cina sedikit menurun, saham di perdagangan Korea dan Jepang masih di area hijau. “Nampaknya, pengumuman tarif itu memang berefek besar, tapi yang masih tak jelas adalah bagaimana Beijing akan meresponnya,” katanya.

Cina memang tak bisa menandingi AS terkait tarif dalam dollar yang tentu akan menyebabkan ketakseimbangan perdagangan yang besar. Meski demikian, Cina masih punya senjata lain yang bisa mereka gunakan, termasuk memboikot produk AS, meningkatkan pajak pendapatan pada perusahaan-perusahaan AS di Cina, juga menolak upaya merger and acquisitions (M&A) dari para pebisnis Amerika. Para petinggi Cina mengancam untuk mundur dari negosiasi sebab mereka menduga Partai Republik, pengusung Presiden Trump, akan kalah dalam midterms election pada November mendatang.

“Para investor harus bersiap-siap atas resiko negatif dalam waktu dekat yang bisa menimpa pasar mengingat kondisi ketidakpastian seperti sekarang ini,” ujar Hussein.

Memang ada sedikit pergerakan di pasar forex. Indeks dollar setelah pernyataan perang daganng tersebut sempat menurun 0,45% pada Senin. “Bagaimanapun, bisa terjadi greenback lagi jika resiko keraguan mendominasi lagi,” tutupnya.


 

Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
19-09-2018 06:59