Main Menu

Transcoal Pacific Siap Akusisi Dua Perusahaan Pelayaran

didi
19-09-2018 19:06

PT Transcoal Pacifik Tbk. (Dok.TCPI/RT)

Jakarta, Gatra.com - PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) bersiap mengakuisi dua perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran. Mereka adalah PT Energy Transporter Indonesia (ETI) dan PT Sentral Makmur Lines (SML).

 

Pengakusisian ini rencananya akan dilakukan  secara resmi pada Oktober nanti. Akuisisi dilakukan TCPI untuk memperbesar kapasitas pengangkutan mereka.

Direktur Utama TCPI Dirc Ricard Talumewo menyebutkan, pengakusisian terhadap dua perusahaan tersebut ditempuh dengan cara mengakuisisi kepemilikan saham PT Kanz Gemilang Utama (KGU). KGU sendiri merupakan pemegang saham utama ETI dan SML.

“Target secepatnya. Saat ini masih negosiasi kemungkinan Oktober,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Rabu (19/9).

Akusisi ini membuat perusahaan jasa pelayaran logistik dan batu bara ini menjadi pemegang saham 99% dari KGU. Dengan begitu, secara tidak langsung, TCPI pun akan menjadi pemegang saham tidak langsung dari ETI sebanyak 85,5% dan dari SML sebanyak 99%.

Meskipun rencana akuisisi dipastikan bulan depan, Dirc Ricard masih belum menyebutkan nilai total investasi yang dibutuhkan untuk akuisisi ini. Ia hanya mengungkapkan, dana untuk akuisisi akan diambil dari kas internal dan sebagian hasil dari initial public offering (IPO). Untuk diketahui, TPCI resmi listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) di kisaran dua bulan lalu.

Pasca akusisi, volume pekerjaan perusahaan jasa pelayaran logistik dan batu bara ini akan bertambah menjadi 42 juta metrik ton per tahun. Dari angka tersebut, 24 juta ton per tahunnya merupakan pekerjaan transshipment.

“Dengan nilai kontrak sampai 2021 sebesar Rp3 triliun dan untuk pekerjaan long hauling sebesar 18 juta metrik ton per tahun dengan nilai kontrak hingga 2027 sebesar Rp 13,3 triliun,” papar Ricard.

Kemudian, ada juga pengangkutan bijih nikel sebesar 1,1 juta metrik ton per tahun dengan nilai kontrak sampai dengan 2023 mencapai Rp 570 miliar.

“Dengan kontrak-kontrak itu, diharapkan pendapatan TCPI meningkat secara signifikan yang akan mencapai kurang lebih Rp3 triliun per tahun,” imbuhnya.

Sedikit informasi, pada 2017 kemarin laba tahun berjalan TCPI tercatat mencapai Rp88,7 miliar. Sedikit meningkat Rp770 juta dari laba di tahun 2016 sebesar Rp86,23 miliar.

Untuk mendukung kontrak yang siap terjalin pasca-akuisisi, TCPI akan mengoperasikan 22 set tug and barges serta 3 floating crane untuk kegiatan transshipment. Disediakan pula 125 set tug and barges dan 11 mother vessel untuk kegiatan long hauling batu bara. Selain itu, ada pula penyediaan 2 mother vessel guna kegiatan pengangkutan bijih nikel di Sulawesi.

 


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Umaya Khusniah 

didi
19-09-2018 19:06